Showing posts with label Review Buku. Show all posts
Showing posts with label Review Buku. Show all posts

Saturday, February 17, 2018

7 Keutamaan Membaca Doa, Review Buku Doa Dzikir Muslimah


Muslimah gampang baper ? Alias terbawa perasaan yaaa..dikit-dikit galau, jadi lemah dan gampang tersinggung bahkan sedih. 
Buku kumpulan dzikir muslimah ini mungkin bisa jadi pengobat kesedihan dan kegalauan.

Dari cover bukunya aja sudah pink, bikin hati hepi dan ceria hehe... Isinya nggak cuma kumpulan doa, tapi juga ada tips dan adab berdoa, sesuatu yang mungkin kita lupakan, asal baca doa atau sholawat gitu aja.

Tahukah kamu manfaat membaca doa ? 

Berikut ini adalah 7 keutamaan membaca doa  :
1. Doa adalah ibadah yang mulia 
2. Doa sebagai peredam murka Allah SWT 
3. Doa sebagai senjata orang yang beriman, tiangnya agama serta sebagai pencahaya langit dan bumi.
4. Doa bisa mengubah Qadha
5. Doa bisa menghindarkan dari bala'
6. Allah beserta orang yang berdoa.
7. Doa dapat menyelamatkan dari sifat lemah.


Berdoa juga ada adabnya, sebagaimana bila kita menghadap orang tua atau atasan dan meminta sesuatu, demikian pula saat berdoa meminta kepada Allah SWT.

10 Adab berdoa adalah :
1. Berdoa ikhlas karena Allah SWT.
2. Sebelum berdoa mulailah dengan membaca basmalah, hamdalah dan shalawat.
3. Bersikeras dan penuh harap dalam berdoa, yakin akan dikabulkan.
4. Hati yang khusyuk.
5. Selalu berdoa baik dalam kondisi senang maupun susah.
6. Hanya meminta kepada Allah SWT.
7. Berdoa dengan suara lirih
8. Mengakui dosa yang diperbuat dan memohon ampun atasnya.
9. Merasa rendah di hadapan Allah SWT
10. Mengembalikan hak orang lain yang dilanggar.


Tampil dengan desain dan lay out buku yang menarik, membuat kita tidak bosan untuk belajar dan menghafalkan doa-doa yang ada dalam buku ini. 

Doa-doa yang ada pun dibagi dan dikelompokkan sesuai kebutuhan sehingga mudah bagi kita untuk menemukan dan membaca doa yang kita ingin baca.


Komplit mulai Asmaul Husna, Sholawat dan Kumpulan doa, buku ini cukup praktis untuk dibawa selama perjalanan bahkan saat berlibur pun buku ini pas banget untuk dibawa. Agar kita senantiasa mengingat Allah SWT kapapun dan dimanapun kita berada.


Jadi, ladies...jangan mudah baper yaa..miliki segera si pinky Doa Dzikir Muslimah ini agar tak mudah baper dan makin dekat dengan Allah SWT. 

Buku ini juga dapat dibawa oleh muslimah yang sedang berhalangan atau menstruasi karena bukan muzhab Al quran, sehingga aktifitas membaca doa tetap jalan terus. Apalagi saat menstruasi, muslimah bisa lebih baper dari biasanya hehe...

Selamat berdoa dan berdzikir dear muslimah..semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan melindungi kita.


Judul Buku   : Doa Dzikir Muslimah
Penulis         : Abu Ayyub El-Faruqi
Penerbit        : Genta Hidayah
Tebal Buku   : 221 halaman

Saturday, January 20, 2018

Kiat Menikmati dan Mensyukuri Hidup, Review Buku Jalani, Nikmati, Syukuri

Ada begitu banyak hikmah yang saya peroleh setelah membaca buku ini, kisah-kisahnya dekat dengan kehidupan sehari-hari, masalah-masalah yang dibahas dapat muncul dalam kehidupan siapapun dan mendapat solusi yang tepat, apalagi buku ini bersumber dari kitab motivasi terbaik di dunia, Alqur'an.

Judul Buku  : Jalani, Nikmati, Syukuri
Penulis         : Dwi Suwiknyo
Penerbit        : Noktah (Diva Press Group)
Tebal Buku : 260 halaman


Biasanya saya membaca disela jam istirahat kerja. Buat refreshing, buku ini punya tata layout yang menarik sehingga tidak bosan kita membaca cerita yang ada. Apalagi beberapa kisahnya nyambung dengan suasana di tempat kerja, dengan teman-teman, saat jadi tempat curhat bisa mencontek buku ini hehe...


Beberapa kisahnya pernah saya alami dan ini kembali mengingatkan saya agar lebih bijak dan sabar setiap kali menghadapi masalah.

Kiat menjalani dan mensyukuri hidup dari buku ini saya rangkum dalam catatan ringkas yang saya bawa kemanapun pergi. Ada dalam agenda kerja yang setiap saat saya membutuhkan bisa saya baca-baca kembali.

Hikmah dan potongan ayat suci Alqur'an yang mampu menguatkan, menghibur hati yang resah dan mengusir kelelahan berpikir saat bekerja.


Kiat  menjalani dan mensyukuri hidup antara lain :

1. Jangan lupa bahagia, sebab sedih, kecewa, marah, suka dan bahagia sudah menjadi sunatullah yang telah Dia gariskan dan harus kita jalani. Seperti kata sahabat "semua akan indah pada waktunya". Jadikan problematika hidup dan kesedihan sebagai jalan kita makin dekat pada Allah SWT.

2. Yang penting yakin, sebab Allah SWT tidak akan memberikan cobaan di luar kemampuan kita. Rejeki tidak bisa kita jemput hanya dengan leha-leha namun dengan usaha.


3. Belajar menerima, jangan mudah mengeluh dan selalu berprasangka baik kepada Allah SWT


4. Belajar melepaskan, tidak semua hal yang kita inginkan dikabulkan oleh Allah SWT karena Dia Maha Mengetahui Yang Terbaik untuk kita. Belajar merelakan dan melepaskan, yakin bahwa Allah akan menggantinya dengan hal yang lebih baik.


5. Selalu memiliki pilihan dalam menjalani hidup, sehingga kita tidak terpaku hanya satu jalan saja, seperti saat satu pintu rejeki tertutup, maka yakinlah Allah SWT sedang membukakan pintu rejeki yang lain. Jadi saat gaji tidak cukup, carilah alternatif bisnis yang bisa dilakukan sambil masih mengerjakan pekerjaan utama dan lain-lain.


Ada beberapa tulisan yang jleb banget buat saya sebab benar-benar memberikan solusi dan harapan bahwa memang semua akan indah pada saatnya.


Kisah 1 : Berdamai dengan diri sendiri

Konflik batin dan dengan pasangan yang harus segera diakhiri .Antara pilihan untuk bekerja dan menjadi ibu rumah tangga.

Bila menjadi ibu rumah tangga ada tanggungan prioritas yang masih harus diselesaikan, yang menurut perhitungan dengan honor sebagai free lance tidak  cukup sedangkan bila bekerja harus meninggalkan anak sendiri di rumah bersama dengan pembantu.


Berdamai dengan berbagi tugas dengan suami, terutama karena jadwal kerja suami lebih fleksibel dan anak boleh dibawa ke tempat mengajar.


Tempat kerja yang relatif dekat dengan rumah membuat tugas saya sebagai ibu mengawasi anak agak mudah karena dapat ijin pulang saat jam istirahat makan siang dan kembali segera setelah urusan di rumah selesai. Misalnya saat pembantu sakit, menyiapkan makan siang lalu meminta bantuan tetangga untuk mengawasi anak karena sebaya dengan anak-anak tetangga, jadi mereka dapat bermain bersama di dekat rumah.


Berdamai dengan kondisi hingga keadaan menjadi membaik dan tiba saatnya untuk sepenuhnya menjadi ibu rumah tangga yang full time. Semuanya dijalani dengan syukur, setidaknya masih ada pekerjaan dan gaji saat masih memiliki prioritas dan tanggungan yang harus dilunasi, bisa sedikit membantu meringankan beban keluarga yang membutuhkan bantuan dan suami dalam mencari nafkah.


Alhamdulillah selalu diberikan kesehatan untuk dapat mengatur waktu bekerja sekaligus merawat dan mendidik anak di rumah.


Kisah 2 : Kemudahan belum tentu baik

Hidup kita mungkin indah karena segalanya mudah tanpa ada kesulitan yang berarti, namun tenyata kemudahan itu bisa melenakan kita, seperti yang ditulis dalam buku ini bahwa kemudahan tidak selamanya baik. Membuat saya untuk introspeksi diri, sekali lagi.

Sebagai karyawan kadang kita mendapatkan banyak kemudahan. Misalnya karena menerima gaji tetap kita dipercaya untuk mengambil hutang baik melalui bank atau koperasi kantor dengan potong gaji belum lagi bila ada teman kerja yang menawari kredit barang, bisa bayar saat gajian hehe tentunya ini cukup melenakan. Padahal meski memiliki gaji tetap seharusnya hanya 30% dari gaji yang boleh dialokasikan untuk berhutang entah itu mencicil kendaraan, KPR dan lain-lain.


Membaca buku ini saya seperti diingatkan untuk tetap waspada dengan jebakan hutang, terutama hutang konsumtif sebab meski setiap bulan memperoleh gaji bila tidak cermat berhitung bisa-bisa alokasi untuk membayar kredit dan hutang ini itu lebih dari 30% dan ini tentunya akan berimbas dengan cashflow.


Tidak sedikit teman kerja yang terjebak dengan hutang yang berlebihan yang sedihnya karena mengambil barang kreditan yang tidak terlalu urgent atau penting seperti baju, kosmetik, gadget dan lain-lain. Seringnya mengeluh gaji hanya numpang lewat karena untuk membayar tagihan kartu kredit yang menumpuk, gaji terpotong hutang koperasi atau anggaran rumah tangga defisit dan sekali lagi harus berhutang kembali, gali lubang tutup lubang.


Yang patut kita waspadai adalah kebutuhan berhutang tersebut didorong oleh gengsi, karena teman yang lain memiliki baju atau gadget yang lebih bagus dan canggih. Kemudahan berhutang juga membuat kita jadi menyepelekan pembayaran, menunda membayar hutang kepada teman atau menunggak karena tiba-tiba ada kebutuhan lain yang sangat penting.


Padahal sebagai karyawan kita memiliki resiko sakit dan tidak dapat bekerja atau bahkan diberhentikan dari pekerjaan tiba-tiba. Saat pemasukan berkurang namun hutang masih banyak yang harus dibayar tentunya ini akan menyulitkan.


Kisah 3 : Tidak perlu minder

Kita punya batasan untuk diri kita sendiri yang terkadang hal itu dianggap orang lain masih sangat biasa.

Jangan minder, ketika kita sudah menetapkan standar untuk diri kita sendiri dan cukup nyaman dengan apa yang kita pakai. Kita punya daya ukur sendiri, kapan harus memakai apa, kapan dan bagaimana harus bersikap. Sehingga kita mudah untuk menjadi diri sendiri dan tidak terombang-ambing oleh standar hidup orang lain.


Berteman dan berkumpul dengan orang banyak itu hak dan menjalin silaturahmi sangat diutamakan. Banyak cara yang dilakukan untuk memperpanjang tali silaturahmi termasuk diantaranya mengadakan arisan, kumpul-kumpul dengan teman atau kerabat.


Namun tak jarang, ajang kumpul-kumpul tersebut menjadi ajang pamer. Sebagai perempuan pasti kita ingin terlihat wah dengan tampilan menarik dan serasi dan bila perlu terkesan mahal. Bila mampu membeli sendiri sih tidak apa-apa, namun tak jarang tampilan wah tersebut harus kita barter dengan hutang sana-sini untuk membeli barang-barang mahal.


Selain itu karena perkumpulan yang akan kita datangi adalah orang-orang dari kalangan tertentu kita terpaksa harus bersikap dan berpakaian seperti mereka padahal belum tentu kita nyaman dengan hal tersebut. Maka yang terbaik adalah, tetap memakai pakaian dan aksesoris yang terbaik yang kita miliki, tidak perlu harus sama atau semahal yang orang lain pakai, yang kita nyaman dan percaya diri.


Jangan takut terlihat beda dengan mereka atau orang lain karena sebenarnya masing-masing individu memiliki keunikan.


Seperti halnya ketika saya masuk ke dalam lingkungan pergaulan dari kalangan “the have”. Mungkin apa yang saya kenakan terlalu sederhana bagi mereka, namun karena saya memiliki kelebihan lain yang tidak mereka punya maka saya tetap santai, percaya diri dan bersikap apa adanya saya. Saat mereka membutuhkan bantuan yang ternyata sesuai dengan keahlian saya maka saya pun nampak istimewa di depan mereka karena hanya saya yang bisa.


Maka saya pun bisa menjalani, menikmati dan bersyukur dengan kehidupan saya. Standar hidup yang saya buat tidak perlu mengikuti mereka karena saya yakin, ketulusan dan kebaikan mereka akan dapat menerima saya apa adanya.


Kisah 4 : Allah selalu punya rahasia

Saat kita sangat menginginkan sesuatu ternyata Allah memberi kita yang lain yang bisa jadi menurut kita hal tersebut bukan yang kita inginkan atau butuhkan. Padahal bisa jadi Allah sedang menyiapkan yang jauh lebih baik dari yang kita sangka.

Saat saya menginginkan mengerjakan sebuah project A, ternyata atasan memberikan saya project B, yang lebih kecil. Meskipun demikian saya berusaha menyelesaikan project kecil tersebut. Tidak disangka, teman yang diserahi menyelesaikan project A mendapatkan masalah dan meminta saya membantu. Atasan saya mengetahui hal tersebut dan membolehkan saya membantu asal tidak mengganggu project saya sendiri.


Meski awalnya saya sempat kecewa karena project A tidak sepenuhnya diberikan untuk saya namun saya tetap bersabar dan berprasangka baik. Menyelesaikan pekerjaan kecil dari bagian project A dengan baik dan tuntas. meski tak jarang ada teman kerja yang melecehkan dan berkomentar, "Buat apa kerja sungguh-sungguh kalau kita tidak dihargai?". Namun saya tetap tegar dan berkata, "Semua akan indah pada waktunya lagian bila niat kerja kita adalah sebagian dari ibadah, Allah SWT akan memberikan yang terbaik".


Tak disangka setelah beberapa bulan project A selesai saya dipanggil atasan, diminta menyelesaikan project penting seperti project A, sedangkan project yang saya kerjakan diberikan kepada teman saya. Saya takjub, ternyata Allah memang selalu punya rahasia. Kini kami bertukar pekerjaan namun masih berhubungan baik sebagai teman meski dia sempat mengalami kekecewaan seperti yang saya alami namun seperti halnya saya, kami berdua yakin Allah SWT Maha Tahu Yang Terbaik untuk kami.


Selain kisah yang menarik dan "gue banget", buku Jalani Nikmati Syukuri ini juga memiliki keunikan yang jarang dimiliki oleh buku motivasi atau bertema religi lainnya.


Keunikan buku Jalani Nikmati Syukuri tersebut adalah :

1. Tanpa Daftar Isi


Awalnya saya sempat bingung, sebab saya terbiasa dengan buku yang memiliki daftar isi. Kesibukan membuat saya hanya menandai tema yang ingin atau perlu saya baca saja. Tanpa daftar isi, saya ”terpaksa” membaca buku Jalani Nikmati Syukuri dari awal hingga selesai. Mungkin saya bisa saja menandai judul dengan memeriksa satu persatu judul yang ada, namun malah membuat saya ”sibuk yang tidak jelas” hehehe. Akhirnya saya putuskan untuk membacanya dari awal hingga akhir. 

Kalau kata penulisnya, buku tanpa daftar isi ini memang disengaja, agar pembaca penasaran dan tidak perlu mengetahui detail isi buku ini saat berada di toko buku dan langsung membawanya ke meja kasir dan membayar haha...Trik marketing yang unik hehe...



2. Lay Out Buku yang Colourfull atau penuh warna
Memang bukan berwarna – warni namun dengan membuat tiap halaman atau quotes yang ingin digarisbawahi dengan warna yang berbeda, pembaca jadi tidak bosan dan tertarik membaca kalimat-kalimat yang penting atau perlu untuk diingat.
Tampilan buku dan lay out yang menarik membuat segar pikiran dan mata saat membacanya.
Solusi yang diberikan ditandai dengan warna-warna tertentu sehingga mudah bagi kita mengingat hikmah dalam buku tersebut.

3. Ada potongan cerita dalam bentuk komik
Bagi orang tipe visual seperti saya membaca kisah berupa tulisan melulu mungkin agak sedikit membosankan hehe..maka kehadiran lay out buku yang selain colourful juga ada potongan adegan dalam gambar-gambar seperti komik justru dapat menjadi penyegar pikiran.

Apalagi potongan gambar tersebut berisi cerita lucu dan unik sehingga mampu menyegarkan ingatan tentang apa yang telah kita baca sebelumnya.
4. Hikmah dari kitab suci Al Quran disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan popular.
Bahasa yang digunakan dalam buku Jalani Syukuri Nikmati pun unik, seperti buku-buku motivasi zaman now yang disampaikan dengan cara yang menyentuh hati. Tak jarang  kita tidak mau menerima kebenaran saat disampaikan dengan cara yang kurang tepat atau kurang menarik, namun buku ini berbeda.
Kebanyakan orang cenderung lebih suka membaca buku-buku motivasi dengan bahasa pop yang banyak ditulis oleh orang non muslim. Akibatnya buku-buku religi Islam jarang dilirik dan dibaca orang padahal hikmahnya sangat besar dalam membantu menyelesaikan problematika hidup, sayang sekali bukan?
Maka pembaca muslim utamanya setelah membaca buku ini akan merasa seperti “ditampar” karena sebenarnya solusi telah ada dalam kitab suci yang mereka baca sehari-hari.

Petikan-petikan ayat tersebut ditulis dengan cara yang menyenangkan untuk dibaca muncul diantara kisah yang kita baca, semacam pop up window notifikasi di komputer atau smartphone yang membuat kita mau tidak mau membacanya saat kita sedang membaca yang lain.

Maka diharapkan para muslim dan muslimah dapat menjalani, menikmati dan mensyukuri semua kejadian yang ada baik susah, senang, sedih, bahagia dan sebagainya. Kembali lagi kepada Al Qur’an, kitab motivasi paling akurat di muka bumi.
Buku ini unik, karena hikmah yang diambil berasal dari Al Qur’an namun disampaikan dengan bahasa yang sederhana, mudah dimengerti dan tidak dengan nada menggurui. Semua kesalahan yang dilakukan oleh si pelaku yang diceritakan adalah kisah yang sehari-hari dekat dengan kehidupan kita, terbukti banyak yang merasa jleb dan dapat memperbaiki diri setelah membaca buku ini.


Kesalahan, kekurangan dan kekeliruan yang sangat manusiawi mendapatkan solusi dari Al Qur’an.

Demikian review buku Jalani, Nikmati, Syukuri karya mas Dwi Suwiknyo ini, semoga bermanfaat memberikan sekilas pandangan dan pertimbangan untuk membeli buku motivasi terbaik ini. Nggak rugi kok beli buku ini hehe...

Sunday, March 12, 2017

Review Buku Ubah Lelah Jadi Lillah, Agar Tak Mudah Lelah dalam Berikhtiar

Judul Buku  : Ubah Lelah Jadi Lelah
Penulis         : Dwi Suwiknyo
Penerbit        : Genta Hidayah
Tebal Buku : 491 halaman

Terkadang kita merasa lelah dalam menjalani hidup ini. Pelajar merasa lelah dengan pekerjaan rumah dan ekstrakurikuler, belum lagi yang tergabung dalam komunitas ini itu. Demikian juga para mahasiswa, selain tugas dari dosen adapula yang harus bekerja sambilan untuk menambah penghasilan atau membayar biaya kuliah.

Bagi para pekerja dan karyawan, lelah tidak hanya karena pekerjaan yang menumpuk, deadline yang makin dekat, target belum tercapai, namun bisa jadi karena politik kantor dan orang-orang di sekitarnya yang berpikiran negatif. Lelah juga mendera ibu rumah tangga baik yang tidak bekerja lebih-lebih bagi ibu pekerja.

Dalam buku Ubah Lelah Jadi Lillah ini disebutkan dengan gamblang, apa saja penyebab kita menjadi lelah dan energi kita disedot oleh orang-orang negatif di sekitar kita.

5 Diantaranya adalah :
1. Sangat emosional
Pekerjaan atau tugas yang tak terselesaikan dengan baik atau lebih dari tenggat waktu memang kadang dapat membuat kita mendapat teguran dari guru, dosen atau atasan. Tak jarang anak-anak yang tak patuh pun kadang membuat kita sangat emosional. Hal ini menjadi salah satu penyebab mengapa kita merasa lelah.

2. Suka mendramatisasi masalah
Pekerjaan belum selesai padahal atasan sudah menunggu? Anak-anak mendapatkan nilai buruk ulangan atau ujian ? Tanpa sadar kita suka mendramatisasi masalah. Padahal pekerjaan yang tak kunjung kelar bukan berarti kita yang tak mampu mengerjakan namun ada hal lain yang menyebabkan kita terlambat, misalnya kita harus menunggu jawaban dari klien lain atau rekan lain sedangkan yang ditunggu belum menyelesaikannya hingga tenggat waktu yang kita tentukan, akibatnya kita sendiri pun jadi ikut terlambat.

Anak-anak yang mendapat nilai buruk belum tentu karena mereka kurang belajar, bisa jadi mereka menemukan soal yang belum pernah mereka temukan sebelumnya atau saat belajar mereka kurang berkonsentrasi.

Dengan mengetahui permasalahan yang sesungguhnya, kita sebenarnya kita tidak perlu mendramatisir masalah. Temukan akar masalah, segera selesaikan, sudah cukup. Menunda menyelesaikan masalah dan malah memikirkan hal yang belum terjadi justru menambah masalah yang membuat beban makin berat dan makin lelah yang sebenarnya tidak perlu.

3. Energi yang mubazir.
Saat bekerja kita mungkin tidak menyadari melakukan aktifitas yang tidak perlu yang akhirnya justru menambah beban dan membuat kita lelah bahkan ketika belum menyelesaikan pekerjaan kita. Atau kita melakukan lagi kesalahan yang sama dalam pekerjaan berikutnya. Sungguh sangat mubazir dan membuang energi, padahal bila kita mampu belajar dari kesalahan yang lalu dan lebih teliti, kita tidak perlu mengulang kesalahan yang serupa, dimarahi atasan atau guru atau dosen dan orang tua karena kesalahan yang sama. Membuang energi untuk sesuatu yang sia-sia menyebabkan kita lelah, sayangnya kita lelah untuk sesuatu yang tak ada manfaatnya.

Atau kita terlalu aktif di sosial media, berdebat dengan teman tentang sesuatu yang kurang bermanfaat. Bahkan parahnya, perdebatan tersebt tidak hanya mengambil waktu kamu yang bermanfaat namun persahabatan dapat putus karena tak bisa saling menerima perbedaan pendapat.

4. Ambisius dan Rakus
Sebagai karyawan, seringkali multitasking tak dapat dihindari, dan inilah yang dapat menyebabkan kelelahan. Hanya karena ingin dipuji atasan kita mau melakukan apa saja termasuk menginjak teman sendiri. Bahkan ada yang demi popularitas rela melakukan apapun tak peduli apakah yang dilakukan sesuai dengan syariah.

Hanya karena ingin tampil gaya, habis-habisan mendandani diri sendiri meski harus berhutang. Atau karena teman dekat lebih dulu memakai barang tersebut, agar tak disebut ketinggalan jaman. Giliran bayar hutang pusing karena penghasilan kurang atau hutang lebih besar daripada hutang. Alhasil kita lelah karena berpikir bagaimana cara membayarnya.
Janganlah sampai hidup kita di kejar hutang dan keinginan untuk selalu dipuji orang, sungguh melelahkan.

5. Sering berpikir negatif
Tahukah kamu ? orang-orang yang selalu berpikir negatif adalah para pencuri energi, Mereka selalu mengeluhkan banyak hal yang sebetulnya tak perlu dikeluhkan. Mereka memandang dunia ini dari satu sisi saja, seolah-olah hidup mereka paling sial sedunia. Energi dan keluhan negatif yang kita dengar dari mereka kerap kali tanpa sadari menyedot konsentrasi dan energi kita yang seharusnya digunakan untuk sesuatu yang berguna.

Ketika mereka menyebut si A yang belum kita kenal adalah orang yang bodoh, jahat dan lain-lain, aka akan terbentuk pola pemikiran yang serupa pada kita tentang orang tersebut padahal belum tentu benar.

Adapula yang menyebut pekerjaan A terlalu berat dan susah, padahal belum tentu. Kalaupun susah pasti ada solusi karena atasan pasti telah mempertimbangkan mengapa pekerjaan tersebut diberikan kepada kita.

Jangan biarkan pikiran negatif meracuni hidup kamu dan jangan terlalu cepat menerima informasi yang belum benar, jangan biarkan energi kita habis disedot orang-orang berpikiran negatif ini, nanti kita sudah lelah duluan bahkan sebelum kita mengerjakannya. Rugi kan ? Atasan bisa menilai kamu kurang kompeten dan mengalihkan pekerjaan tersebut kepada orang lain, padahal siapa tahu, atasan sedang akan menaikkan gaji atau mempromosikan kamu.

Mengapa berpikir negatif itu berbahaya ? Buku ini juga menjelaskan alasannya yaitu :

1. Pikiran negatif membuat kita sering menyalahkan diri sendiri yang dapat mengakibatkan susah tidur, malas makan dan terlalu lama hanyut dalam penyesalan.

2. Pikiran negatif tidak hanya membuat kita mudah menyalahkan diri sendiri namun juga menyalahkan orang lain yang belum tentu salah. Mudah menyalahkan orang lain membuat kita tak lagi beranggapan ada orang baik di sekitar kita dan ini sangat berbahaya.

3. Pikiran negatif membuat kita menjadi pribadi yang mudah putus asa, pesimis dan tidak bersemangat memperbaiki diri. Jangan biarkan kita terlalu lama larut dalam kesedihan, segeralah bangkit untuk memperbaiki kesalahan yang kita pernah lakukan. Kemarahan pada diri sendiri tak jarang menyebabkan kita lelah untuk sesuatu yang mungkin tak pernah kita lakukan, hanya karena mendengarkan pembicaraan negatif dari orang lain kepada kita.

Poin-poin diatas dijelaskan dengan bahasa yang enak dibaca, sederhana namun mengena dan disertai dengan kisah dan cerita yang relevan. Setiap orang pasti menyukai cerita, karena nasehat dalam cerita lebih mudah diterima dengan bahasa yang jauh dari kesan menggurui.

Tidak hanya cerita, namun buku inin juga memberikan test yang dapat mendeteksi mood kita. Asyik sekali kita lakukan sekaligus sebagai bahan introspeksi diri.

Nah, saat kita merasa lelah, sesuatu yang wajar bagi kamu yang memiliki segudang aktifitas, pekerjaan dan tugas-tugas, lalu apa yang harus dilakukan agar lelah tak berkepanjangan dan kita kembali segar untuk melakukan aktifitas selanjutnya ?

Ada 5 poin, sekali lagi yang harus kamu lakukan saat merasa lelah, yakni :
1. Sudahi konflik
Konflik bisa terjadi dengan atasan, guru, dosen atau orang tua bahkan suami istri pun tak luput darinya. Karena itu poin pertama untuk menyudahi kelelahan kamu adalah dengan menyelesaikan segera masalah yang ada, bicarakan dengan tenang agar kedua belah pihak tidak mengalami kesalahpahaman.

Konflik juga menyangkut konflik batin. Misalnya kamu sebenarnya tidak ingin mengerjakan pekerjaan tersebut namun merasa lebih cocok mengerjakan pekerjaan yang lain, bicarakan dengan atasan. Atau bila ternyata kamu masih tetap harus mengerjakannya, lakukan dengan sebaik-baiknya meski harus menambah waktu agar dapat belajar hal-hal yang berkenaan dengan pekerjaan tersebut, ambil saja sisi positifnya. Kamu bisa mendelegasikan tugas yang dirasa berat kepada mereka yang mampu dan kerjakan porsi pekerjaan yang dapat kamu handle. Yang penting tidak ada konflik yang berkepanjangan baik konflik dengan diri sendiri maupun dengan orang lain terlebih lagi dengan atasan.

2. Istirahat sejenak
Tubuh yang terlalu diforsir untuk bekerja tentunya membutuhkan istirahat. Penuhi hak tubuh kamu, ambil jeda waktu antara pekerjaan yang satu dengan berikutnya.

Kita para muslim sangat diuntungkan dengan adanya kewajiban melaksanakan sholat 5 waktu, dimana bagi kita yang bekerja ada jeda waktu untuk melakukan sholat dhuhur dan ashar atau diantara waktu sholat lainnya. Gunakan waktu singkat tersebut untuk mengistirahatkan pikiran dan tubuh.

3. Bercanda dan bersantai
Kadang tertawa bersama teman sejenak atau sekedar bersantai bersama rekan kerja cukup membuat mood kembali membaik. Sapalah dan ajak teman berbicara santai sejenak saat bertemu di ruang kerja atau sambil menikmati coffee break. Saat tiba di rumah sepulang kerja, luangkan berbincang dengan anggota keluarga yang lain atau bermain dengan anak-anak. Kondisi yang relaks mampu mengurangi kelelahan.

4. Berduaan dengan Allah SWT
Kadang kita butuh waktu untuk “mengadu” kepada Allah, mengadukan masalah-masalah kita. Bila solusi dari sesama manusia belum juga didapat, maka hanya kepada Allah SWT tempat kita meminta pertolongan.

Jangan ragu untuk berdoa kepadaNya agar diberikan jalan keluar atau minimal dikuatkan untuk menghadapi permasalahan hidup. Pilih waktu yang sesuai dengan kita, biasanya waktu terbaik adalah seusai sholat atau sepertiga malam dimana kita dapat mengerjakan sholat sunnah tahajud atau hajat.

5. Inspirasi waktu sholat
Sholat adalah saat kita berhadapan dan berkomunikasi dengan Allah SWT, pencipta seluruh makhluk dan alam semesta. Maka tak heran bila setelah sholat kita sering merasa segar kembali, merasa tenang dan pasrah dengan jalan keluar yang dipilihNya untuk kita. Bila kita merasa lelah, tetap tegakkan sholat bahkan tambahkan dengan sholat sunnah bila mampu atau berdzikir dan berdoa. Karena hanya dengan berbicara dengan Sang Pencipta lah kita akan mendapatkan solusi dari masalah yang sedang kita hadapi. Air wudhu yang segar semoga dapat menjadi penghapus dosa dan beban hidup.



Setelah kita beristirahat, maka yang selanjutnya yang kita lakukan adalah :
1. Meluruskan niat, perhatikan kembali niat kita bekerja atau melakukan aktifitas tersebut. Sebab niat yang tepat akan menjadi motivator bagi kita. Motivasi itu seperti mandi, harus tiap hari. Sehingga motivasi yang terbaik sesungguhnya datang dari diri kita sendiri.

2. Tawakkal. Selama ini kita salah kaprah bahwa tawakkal dilakukan setelah aktifitas selesai. Padahal tawakkal justru dilakukan sejak awal berbarengan dengan niat, sebab hanya dengan pertolongan Allah SWT sajalah segalanya mungkin tercapai.

3. Berjanji pada diri sendiri agar tidak sekedar sibuk namun juga menentukan prioritas. Tulis semua impian, prioritas dan to do list agar tidak lupa dengan cita-cita dan target hidup yang ingin kita capai. Dengan menuliskannya, maka kita akan lebih mudah fokus melakukan hanya hal-hal yang berhubungan dengan cita-cita dan target kita agar energi tak habis percuma.

4. Jangan lupa untuk selalu learning by doing, belajar dari kesalahan yang pernah dilakukan dan tak segan untuk selalu belajar hal-hal baru yang dapat menunjang pekerjaan kamu.

5. Tentukan tujuan.

6. Selalu berusaha untuk menjadi seseorang yang profesional dan ahli di bidang yang sedang kamu geluti. Karena dengan ilmu yang dipunyai, kamu dapat menyingkat waktu mengerjakan dan tentu saja mengurangi kelelahan karena bisa lebih cepat menemukan masalah sekaligus mengatasinya.

7. Change and adaption, terbukalah terhadap perubahan dan cepat beradaptasi.



Buku ini sangat cocok dibaca oleh berbagai kalangan tidak hanya pekerja yang sudah pasti bergulat dengan banyak masalah pekerjaan yang kompleks (termasuk dengan boss atau atasan yang sulit hehe, atau teman kerja yang nyebelin), namun juga dapat dibaca oleh pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga yang multitasking dan orang awam sekalipun.

Buku ini sebenarnya dapat dibaca oleh pemeluk agama lain namun bisa jadi mereka kurang cocok dengan isi ayat Al Qur'an dan Hadist yang menjadi bahan dari penulisan buku ini. Agaknya penulis berusaha mencerahkan pembaca muslim bahwa bacaan motivasi dapat bersumber dari Al Qur'an yang diolah dengan bahasa yang lebih "membumi" sehingga para pembaca muslim tak melulu terpaku pada buku motivasi yang ditulis oleh penulis non muslim yang juga tak jarang bersumber dari kita suci agama mereka, Ini pendapat saya pribadi.

Buku terbitan Genta Hidayah ini dapat diperoleh di toko buku terkemuka seperti Gramedia, Togamas atau bahkan toko buku online.

Segera dapatkan dan semoga kamu mendapatkan pencerahan dan solusi dari masalah yang sedang kamu hadapi. Bekerja adalah ibadah, karena itu lakukan pekerjaanmu sesempurna ibadah yang kamu lakukan. Ubah lelahmu menjadi lillah agar hidupmu makin berkah dan kerjamu mendapatkan pahala serta kurangilah dari aktifitas yang dapat menyebabkan dosa.

Ada contoh agenda dalam buku yang dapat kamu terapkan untuk kehidupan sehari-hari.

Selamat membaca buku ini, booklovers….





Friday, July 29, 2016

Resensi Buku WOW JEPANG! Kenali keunikan Jepang yang tak terduga

Membaca judul dari buku ini, saya sudah mengira-ngira, pasti akan berisi sesuatu hal tentang Jepang yang belum pernah kita duga sebelumnya. Yang luar biasa dan belum pernah kita dengar. Ketujuh sisi unik kultur Jepang tersebut terbagi ke dalam 7 bab yakni tentang pandangan religi masyarakat Jepang, melihat Jepang dari tutur bahasanya, melihat Jepang dari generasi ke generasi, memahami alur pikir orang Jepang, tindak tanduk orang Jepang, pranata masyarakat Jepang dan melihat sisi luar manusia Jepang.

Selama ini Jepang telah dikenal dengan budayanya yang santun, tertib dan serba teratur. Kedisiplinan tersebut ternyata telah memang diajarkan sejak kecil. Anak-anak telah dibiasakan hidup berdampingan secara harmonis dengan alam sehingga kelak ketika dia dewasa dia tidak hanya menghargai alam sekitarnya namun juga mengajarkannya kepada anak cucu.

Menurut saya orang Jepang itu unik. Berbagai paradoks atau nilai-nilai yang ada kadang berbenturan namun anehnya mereka dapat hidup dengan damai dan tentram. Asal saya tidak merepotkan orang lain, tidak mengganggu alam sekitarnya, tidak melanggar norma dan aturan moral itu sudah cukup.

Orang asing yang bertemu orang Jepang pasti pernah bertanya, sebenarnya apa agama mereka?  Pertanyaan ini mungkin bagi orang Indonesia atau asing selain Jepang mungkin akan dengan mudah dijawab, namun bagi orang Jepang pertanyaan ini sudah menyinggung área pribadi mereka. Kenapa? Karena ternyata satu orang Jepang dapat memiliki berbagai keyakinan. Mereka lahir dengan upacara Shinto hingga beranjak dewasa, hal ini dapat terlihat dari berbagai upadara adat seperti shichi go san dan lain-lain. Namun saat menikah mereka kebanyakan memilih menikah di gereja dan saat meninggal dunia dimakamkan secara Budha. Pemerintahnya pun konon tidak mencampuri urusan agama warga negaranya, hal ini tentu saja berbeda dengan Indonesia. Perihal ini dijelaskan dengan baik dalam bab tentang pandangan religi masyarakat Jepang.

Nah, jadi apa agama mereka sebenarnya? Ternyata menurut penulis buku ini, meski memiliki kepercayaan yang beragam namun pada dasarnya setiap orang Jepang tetap percaya ada sesuatu di luar dirinya. Termasuk kepercayaan ada dewa-dewi penjaga toilet sehingga bila orang tersebut ingin menjadi dewa dan dewi yang cantik harus rajin membersihkan toilet di rumah atau dimana saja. Ternyata orang jepang menemukan tuhannya di toilet. Lewat kebiasaan setiap tahun baru dimana orang tua perempuan tertua akan membersihkan toilet  dengan harapan jika tempat yang kotor dan kasat mata saja kita rajin membersihkan, maka tempat yang tak kasat mata pun akan bersih dengan sendirinya.

Di halaman pertama kita akan disuguhkan dengan artikel menarik tentang Kuil Tagata yang penuh dengan patung alat kelamin pria. Kuil ini terletak di kota Komaki sebelah utara Nagoya. Tidak hanya patung kelamin pria di dalam kuil namun pagarnya juga terbuat dari batu dengan bentuk yang sama. Kuil ini juga sering digunakan sebagai tempat berlangsungnya upacara shichi go san yaitu upacara pemberkatan bagi anak-anak berusia 7, 5 dan 3 tahun. Meski melihat patung berbentuk kelamin pria, namun anak-anak Jepang tersebut tidak nampak heran atau risih. Bahkan sekali dalam setahun patung-patung tersebut dibopong oleh seorang wanita dewasa dan pengunjung dapat menyentuh atau mengelusnya dengan harapan agar dapat memiliki momongan dan bahagia dalam kehidupan seksualnya. Menurut mereka alat kelamin dianggap sebagai salah satu sumber kebahagiaan  dan dapat dijadikan media untuk memanjatkan pengharapan dan rasa syukur. Tentu hal ini akan sangat aneh bagi orang asing terutama orang Indonesia yang melihatnya karena kelamin adalah bagian dari aurat yang seharusnya ditutupi, namun di Jepang patung kelamin tersebut malah dibiarkan terbuka dan bahkan kita boleh menyentuhnya.

Pada halaman-halaman berikutnya kita akan disuguhkan artikel tentang kualitas anak muda Jepang yang semakin menurun menurut seorang sopir taksi yang tengah ngobrol dengan penulis, seperti curahan hati dan keresahan generasi tua melihat generasi penerusnya yang cenderung santai saat belajar di perguruan tinggi. Ini disebabkan oleh system pendidikan di Jepang yang menuntut kerja keras siswa saat di sekolah mulai TK, SD hingga tingkat lanjutan atas sehingga ketika memasuki perguruan tinggi mereka cenderung santai, bahkan sempat diungkapkan oleh sopir taksi tersebut bahwa mencari anak muda berkualitas di Jepang sulitnya seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Ini tentu hal yang mengejutkan karena selama ini kita yang berada di luar Jepang menganggap bahwa bangsa Jepang sangat pandai dan terpelajar, ratusan bahkan ribuan penemuan yang inovatif dan kreatif yang dapat menunjang dan mempermudah hidup mereka kerap ditemukan oleh warga Jepang sendiri.

Di artikel berikutnya juga disampaikan tentang pengangguran elit, yaitu mahasiswa Jepang yang sengaja tidak meluluskan diri karena belum menemukan pekerjaan yang tepat dari perusahaan bonafid yang diinginkannya. Rupanya di Jepang, pada saat mahasiswa tingkat 4 sudah mulai mendaftar ke berbagai perusahaan, dan yang belum menemukan atau diterima di perusahaan yang diinginkannya sengaja tetap berstatus mahasiswa karena bila telah lulus namun menganggur agak lama bisa memperoleh penilaian buruk dari perusahaan yang akan merekrutnya. Ternyata fenomena mahasiswa abadi juga melanda negara maju seperti Jepang.
Artikel-artikel lainnya tentang budaya, adat istiadat dan pemikiran orang Jepang di Nagoya terutama di lingkungan pekerja di pusat pabrik spare part Toyota juga dijelaskan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Membaca buku ini seperti mendengar langsung cerita dari penulisnya. Buku yang menarik untuk dibaca sambil minum kopi dan makan cemilan, sesantai kita menonton TV atau mendengarkan teman yang sedang bercerita.

Kita pasti akan dibawa termenung memikirkan pemikiran dan pandangan orang Jepang tentang mengapa mereka sangat memperhatikan kebersihan toiletnya, mengapa mereka sangat menghargai orang-orang berkebutuhan khusus dengan mengajari mereka hal yang bermanfaat yang dapat mereka gunakan untuk mencari donasi melalui mengajar origami kepada anak-anak atau orang asing. Kita akan memahami hubungan senpai ( senior ) dan kouhai ( junior ) baik di dunia akademis maupun di lingkungan pekerjaan. Kita juga tahu mengapa tampil bugil di Jepang dianggap biasa namun memotret orang Jepang tanpa ijin yang bersangkutan dituntut secara hukum walau yang dipotret tidak bugil dan berpakaian lengkap.

Pornografi tidak dianggap sebagai hal yang tabu di negara yang penduduknya sangat santun, manakala pelakunya, fotomodel dan pemotret terikat perjanjian, di luar itu tentu akan mendapatkan sanksi hukum. Majalah khusus dewasa dengan gambar perempuan setengah bugil di jual bebas di supermarket dan kios majalah di stasiun namun pembeli di bawah umur tidak akan berani melihat atau membeli karena sanksi moral yang lebih besar daripada denda, malu. Budaya malu yang ditanamkan sejak kecil sudah cukup menjadi sanksi sangat berat yang bahkan dapat membuat orang Jepang bunuh diri manakala melakukan hal yang melanggar norma di negara tersebut.

Jepang di mata orang Suroboyo atau Jawa bisa menjadi pengalaman yang menarik, ketika kita dapat menemukan perbedaan dan persamaan antara kedua budaya, Jepang dan Jawa. Bisa jadi orang Jawa relatif mudah memahami bahasa dan budaya Jepang karena ada beberapa hal yang memang mirip seperti huruf Jepang dan Jawa yang terdari dari vokal dan konsonan “ha, na, ca, ra, ka”, juga level bahasa yang dibedakan mirip dengan bahasa Jawa seperti bahasa halus yang digunakan untuk orang yang memiliki usia atau jabatan lebih tinggi, ngoko  dan madya. Selain bahasa, penghormatan kepada orang yang lebih tua dan memiliki jabatan yang lebih tinggi juga menjadi kemiripan yang kadangkala membuat kita merasa tidak terlalu asing dengan budaya Jepang.

Meskipun buku ini dengan lugas dan bahasa sederhana mampu menjelaskan perbedaan, kemiripan dan pemikiran orang Jepang, tetapi ada hal yang kurang bisa tersampaikan dengan baik oleh penulisnya. Hal ini bisa jadi bukan karena kurangnya wawasan penulis buku ini, namun lebih pada hal yang mungkin kurang pantas disampaikan dan dapat menyebabkan perbedaan persepsi bagi pembaca.


Kurang lebih, buku ini telah mewakili penjelasan tentang 7 sisi unik kultur Jepang, membaca buku ini, selain dapat menambah wawasan kita tentang budaya Jepang, juga memberikan pandangan bahwa apa yang tabu disini belum tentu dianggap tabu di sana. Apa yang baik di Jepang, belum tentu baik bila diterapkan di Indonesia. Selain itu bagi kita yang selama ini selalu menganggap Jepang is The Best dalam hal pendidikan dan keagungan budaya, tetap memiliki kelemahan dan kekurangan sebagaimana bangsa kita sendiri sehingga tidak perlu merasa minder bila berjumpa dengan mereka. 

Berminat memiliki buku ini? Anda dapat menghubungi saya via WA 08123121713, masih tersisa 3 ekslempar atau Anda dapat mencarinya di Gramedia terdekat.

Friday, November 8, 2013

Jadi Blogger atau Kompasioner? - Resensi Buku `Kompasiana Etalase Warga`

buku Kompasiana Etalase Warga ole Pepih Nugraha/amazon.com
Sejak blog lama www.shenawangtri.blogspot.com saya percayakan kepada seorang teman untuk di kelola menjadi sebuah toko online, saya memutuskan untuk membuat blog baru, memenuhi hobi menulis saya tanpa disibukkan dengan aktifitas jual beli barang berprofit.

Saya menulis di blog ini karena butuh ruang untuk menuliskan catatan perjalanan, curahan hati dan tempat menuangkan pikiran dan gagasan tanpa menuai komentar nyinyir dan kepo teman facebook yang selalu ingin tahu kehidupan pribadi dan pekerjaan saya padahal apa yang saya tulis belum tentu tentang saya. Beberapa puisi dan cerpen sering saya tulis, justru dari kisah teman yang curhat atau malah fiktif hasil olah imajinasi.

Awalnya saya ragu, media apa yang akan saya gunakan untuk menulis. Apakah facebook, twitter, blog atau situs portal berita seperti kompasiana.com dan blogdetik.com. Masing-masing media tersebut tentu memiliki kekurangan dan lelebihan.

Selain ingin menuangkan pemikiran, cerita dan gagasan, saya ingin menambah teman online yang juga punya hobi sama seperti saya, suka menulis.
Alangkah menyenangkannya bila apa yang saya tulis bisa memancing komentar dan dari komentar-komentar itu saya bisa belajar banyak hal, baik melalui pujian atau kritikan pembaca. 

Saya merasa seperti berada di persimpangan jalan, apakah saya harus meninggalkan blog dan menulis hanya di Kompasiana dan Facebook ? 

Menurut mas Pepih dalam bukunya `Kompasiana, Etalase Warga`, facebook menawarkan interactivity memukau. Facebooker bisa berinteraksi dengan kawan lama, atau kenalan baru. Ada komunikasi satu arah ( kalau postingan anda tidak mendapat komentar ), 2 arah bahkan banyak ketika tulisan anda mendapat komentar dan anda menjawabnya.
Ada ketersambungan, kedekatan dan kesamaan pengalaman yang menjadi modal dasar berkembangnya situs pertermanan seperti facebook, twitter dan lain-lain.
Di Facebook, saya cukup memancing reaksi teman dengan postingan lagu dari Youtube, kutipan dari motivator atau penulis favorit, atau status seperti kegiatan sehari-hari, opini tentang sesuatu hal dengan kalimat yang tidak terlalu panjang, atau keluhan tentang macet di jalan, hawa panas dan lain-lain.

Namun berbeda dengan menjadi Kompasioner ( istilah untuk anda yang menjadi member blog Kompasiana ). Anda akan kelihatan keren karena mempostingkan gagasan, pemikiran, opini, reportase perjalanan anda atau karya fiksi bikinan sendiri. Tampilannya pun seperti portal berita yang bonafide dan para Kompasioner kebanyakan adalah orang-orang yang punya kegemaran membaca dan menulis. Di www.kompasiana.com/reborn-shenawangtri saya bisa belajar banyak hal sekaligus menjalin pertemanan dengan mereka.
Apalagi bila kalau sudah masuk ke index headline. Kayaknya bangga banget ya hehehhe...Pernah sekali, tulisan saya menjadi index headline disana.

http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/10/31/cerdas-berpolitik-atau-cerdas-meningkatkan-kemampuan-dan-kompetensi--606525.html

Namun menulis di Kompasiana tidak sebebas ketika saya menulis di blog sendiri. Tulisan yang melanggar SARA, mengundang kegaduhan di ruang interaktif, dan melecehkan akan dihapus oleh admin bahkan dalam kasus tertentu akun penulis akan hapus pula.
Adapula aturan dari admin yang harus dipatuhi. Diantaranya, tidak diperbolehkan untuk posting banyak artikel dalam waktu yang bersamaan,harus ada jeda waktu minimal satu jam. Jeda tersebut dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada postingan dari penulis lain mejeng di situs ini.
Karena itulah saya memutuskan untuk tetap menulis di blog pribadi dan mengupload tulisan tertentu saja yang layak tayang di portal berita kompasiana.com.

Di buku setebal 263 halaman ini, kita diajak untuk flashback mengetahui sejarah dibuatnya Kompasiana.com, nama yang identik dengan nama sebuah koran terkenal di negeri ini, KOMPAS. Apakah hubungannya dengan koran Kompas dan bagaimana Kompasiana.com bersinergi dengan Kompas dan Kompasiana edisi print.

Berbagai pertanyaan saya tentang media apa yang cocok untuk mengekspresikan kebebasan saya menulis telah terjawab dengan membaca buku ini. Di sana dipaparkan dengan jelas keistimewaan masing-masing media seperti situs portal berita, blog, situs pertemanan seperti facebook dan twitter.

Pepih Nugraha adalah seorang wartawan Kompas dan bergabung dengan Kompas Gramedia sejak tahun 1990. Sejak tahun 2005 mendalami social media dan membuat personal blog di tahun 2006. Kompasiana.com diciptakannya sebagai social blog dengan mempraktikkan citizen journalism. Selain sebagai seorang jurnalis, mas Pepih, demikian lebih akrab laki-laki ini dipanggil, juga menulis banyak buku. Seperti Periodisasi Perpustakaan, Intelijen Bertawaf dan pentalogi ( 5 buku )  Pak Beye dan Istananya.

Kompasiana, Etalase Warga Biasa, Sebuah buku yang menarik untuk anda baca, terutama anda yang gemar menulis sekaligus narsis hehehe.....