Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts

Wednesday, November 30, 2016

6 Peluang Bisnis Sampingan untuk Karyawan

www.maxmanroe.com
Kini makin banyak karyawan yang memiliki usaha sampingan yang dapat memberikan penghasilan tambahan. Alasan karyawan memiliki bisnis sampingan adalah selain untuk menambah penghasilan juga sebagai antisipasi terjadinya PHK atau dipecat. 

Selain itu tak sedikit karyawan yang mencari bisnis sampingan karena gaji yang diterima belum mencukupi karena karyawan yang bersangkutan masih memiliki tanggungan cicilan rumah, kendaraan atau menyekolahkan adik dan lain-lain.

Namun sebagai karyawan yang terikat jam kerja, tentunya tidak semua bisnis dapat dilakukan. Apalagi yang terkena shift kerja siang atau malam.

Lalu, bisnis apa sajakah yang dapat dijalankan sembari bekerja? Berikut ini adalah 6 jenis bisnis sampingan yang dijalankan oleh karyawan tanpa harus mengganggu jam kerjanya.

Berjualan pulsa

www.pulsacepat.com
Bisnis ini cukup mudah untuk dilakukan oleh karyawan yang masih terikat dengan jam kerja yang ketat. Anda tidak perlu buka lapak, cukup dengan satu handphone khusus untuk berjualan pulsa, Anda hanya tinggal deposit sejumlah pulsa misalnya senilai 100 ribu untuk awal jualan dan Anda akan mendapatkan keuntungan 500 hingga 1000 rupiah per transaksi. 

Cukup mudah dan tidak memerlukan modal yang terlalu besar. Anda mulai dapat melayani teman kerja atau keluarga. Pulsa akan selalu dibutuhkan sebagaimana makanan apalagi di jaman serba internet ini, tidak ada yang tidak butuh paket data dan pulsa. 
Mulanya mungkin keuntungan receh, namun dengan bertambahnya konsumen atau pelanggan Anda, keuntungan yang didapat pun mulai terlihat. Bukankan sesuatu yang besar dimulai dari yang kecil ? Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.

Berjualan snack

Salah satu peluang bisnis yang pernah dilakukan oleh teman kerja saya adalah berjualan snack atau penganan kecil seperti kue dan cemilan lainnya.
Kadang karena jam kerja terlalu pagi atau karena kesiangan, banyak pekerja yang tidak sempat makan pagi sehingga memilih membeli snack yang dapat dimakan sambil bekerja. Snack yang banyak digemari untuk mengganjal perut sementara hingga tiba waktu makan siang adalah gorengan, kue-kue basah, keripik dan lain-lain.

Anda dapat membuat sendiri makanan tersebut atau mencari orang yang dapat membuatnya lalu Anda beli dan jual kembali. Anda juga dapat bekerja sama dengan sistem sistem konsinyasi, yakni akan Anda bayar bila barang laku, sedangkan bila tidak, dapat Anda kembalikan. Dengan cara seperti ini Anda nyaris tidak mengeluarkan modal sama sekali bahkan mendapatkan keuntungan. Anda dapat berpromosi kepada teman-teman kerja lalu membawa makanan tersebut sesuai yang dipesan. 

Selain itu Anda juga dapat bekerja sama dengan kantin atau koperasi perusahaan tempat Anda bekerja agar mau menerima titipan kue-kue atau snack yang Anda bawa, keuntungan dapat Anda bagi berdua.

Menjadi penulis freelance.

Anda merasa tidak berbakat jualan atau pekerjaan Anda tidak memungkinkan Anda berjualan ? Tidak perlu berputus asa untuk mendapatkan penghasilan tambahan, Anda dapat menggali keterampilan yang sudah Anda miliki, misalnya menulis.

Anda dapat menjadi seorang penulis lepas atau freelance yang jasanya banyak dibutuhkan oleh website yang memerlukan artikel sesuai produk yang mereka jual atau tawarkan, misalnya artikel tentang haji dan umroh, artikel tentang travelling, artikel tentang kesehatan dan kecantikan dan lain-lain. Anda juga dapat melamar sebagai penulis lepas di Sribulancer.com dan situs-situs menulis online lainnya.

Sebagai penulis lepas, Anda perlu memiliki blog untuk menampung tulisan-tulisan Anda, sebab sebagai penulis freelance Anda harus memiliki pengalaman menulis yang dibuktikan dengan blog atau catatan di notes sosial media Anda seperti Facebook. Gaya penulisan Anda akan dilihat oleh calon pengorder tulisan dan ini dapat berfungsi sebagai semacam riwayat kepenulisan atau CV.

Berjualan produk fashion dan kosmetik


Karyawan biasanya juga sangat memperhatikan penampilan, baik pakaian yang dikenakan atau kosmetik berupa make up atau parfum wajib dimiliki oleh mereka.

Ini menjadi peluang usaha bagi Anda untuk berjualan baju maupun perlengkapan dandan. Anda dapat memanfaatkan waktu tidak produktif atau waktu istirahat untuk “membuka lapak” di tempat kerja. Anda juga dapat membuat BBM Group atau WhatssApp Group bagi pelanggan produk yang Anda jual lalu mengupload foto barang-barang tersebut atau gunakan Instagram, sehingga Anda tidak perlu repot membawa semua produk yang Anda jual ke kantor, cukup yang dipesan saja dan Anda dapat melakukan transaksi pada saat jam istirahat. 

Hindari memakai jam kerja untuk melakukan bisnis ini agar tidak mengganggu orang lain terutama boss Anda yang mungkin tidak suka Anda berbisnis di tempat kerja meski pekerjaan Anda telah selesai.

Menjadi agen asuransi
www.bisnisasuransi.com
Menjadi agen asuransi kini makin diminati oleh para pekerja, selain tidak perlu membawa produk, Anda dapat memberikan penjelasan kepada teman-teman kantor yang membutuhkan produk asuransi, selain asuransi kesehatan, asuransi pendidikan dan investasi berupa tabungan pensiun juga banyak diminati pekerja.

Sebagai agen asuransi Anda dapat memberikan edukasi bagi teman-teman pekerja untuk menyisihkan sebagaian gaji untuk ditabung sebagai dana pendidikan anak atau sebagai persiapan pensiun kelak. Komisi yang diperoleh pun cukup lumayan untuk menambah penghasilan sebagai karyawan.

Menjadi desainer kartu atau banner

www.mediabisnisonline.com
Bila Anda memiliki kemampuan photoshop, corel draw atau desain grafis, Anda dapat mencari penghasilan tambahan dengan mendesain kartu ucapan, banner yang banyak dibutuhkan oleh toko online dan webiste atau jasa edit foto.

Anda dapat membuat contoh desain dan menawarkannya kepada teman kerja atau membuat akun instagram dan facebook dan upload hasil karya Anda disertai berapa biaya yang dibutuhkan untuk memesan desain yang Anda buat.

Bisnis ini cukup prospektif karena banyak dibutuhkan oleh toko online yang mulai menjamur, jasa edit foto juga akan dibutuhkan untuk pemasaran produk atau pembuatan kartu ucapan yang desainnya tidak pasaran, sangat berbeda dengan yang dijual dan dapat dipesan sesuai keinginan pelanggan.

Bagaimana ? Anda tertarik mencoba bisnis untuk menambah penghasilan atau sebagai persiapan saat resign atau pensiun nanti?


Friday, July 29, 2016

Resensi Buku WOW JEPANG! Kenali keunikan Jepang yang tak terduga

Membaca judul dari buku ini, saya sudah mengira-ngira, pasti akan berisi sesuatu hal tentang Jepang yang belum pernah kita duga sebelumnya. Yang luar biasa dan belum pernah kita dengar. Ketujuh sisi unik kultur Jepang tersebut terbagi ke dalam 7 bab yakni tentang pandangan religi masyarakat Jepang, melihat Jepang dari tutur bahasanya, melihat Jepang dari generasi ke generasi, memahami alur pikir orang Jepang, tindak tanduk orang Jepang, pranata masyarakat Jepang dan melihat sisi luar manusia Jepang.

Selama ini Jepang telah dikenal dengan budayanya yang santun, tertib dan serba teratur. Kedisiplinan tersebut ternyata telah memang diajarkan sejak kecil. Anak-anak telah dibiasakan hidup berdampingan secara harmonis dengan alam sehingga kelak ketika dia dewasa dia tidak hanya menghargai alam sekitarnya namun juga mengajarkannya kepada anak cucu.

Menurut saya orang Jepang itu unik. Berbagai paradoks atau nilai-nilai yang ada kadang berbenturan namun anehnya mereka dapat hidup dengan damai dan tentram. Asal saya tidak merepotkan orang lain, tidak mengganggu alam sekitarnya, tidak melanggar norma dan aturan moral itu sudah cukup.

Orang asing yang bertemu orang Jepang pasti pernah bertanya, sebenarnya apa agama mereka?  Pertanyaan ini mungkin bagi orang Indonesia atau asing selain Jepang mungkin akan dengan mudah dijawab, namun bagi orang Jepang pertanyaan ini sudah menyinggung área pribadi mereka. Kenapa? Karena ternyata satu orang Jepang dapat memiliki berbagai keyakinan. Mereka lahir dengan upacara Shinto hingga beranjak dewasa, hal ini dapat terlihat dari berbagai upadara adat seperti shichi go san dan lain-lain. Namun saat menikah mereka kebanyakan memilih menikah di gereja dan saat meninggal dunia dimakamkan secara Budha. Pemerintahnya pun konon tidak mencampuri urusan agama warga negaranya, hal ini tentu saja berbeda dengan Indonesia. Perihal ini dijelaskan dengan baik dalam bab tentang pandangan religi masyarakat Jepang.

Nah, jadi apa agama mereka sebenarnya? Ternyata menurut penulis buku ini, meski memiliki kepercayaan yang beragam namun pada dasarnya setiap orang Jepang tetap percaya ada sesuatu di luar dirinya. Termasuk kepercayaan ada dewa-dewi penjaga toilet sehingga bila orang tersebut ingin menjadi dewa dan dewi yang cantik harus rajin membersihkan toilet di rumah atau dimana saja. Ternyata orang jepang menemukan tuhannya di toilet. Lewat kebiasaan setiap tahun baru dimana orang tua perempuan tertua akan membersihkan toilet  dengan harapan jika tempat yang kotor dan kasat mata saja kita rajin membersihkan, maka tempat yang tak kasat mata pun akan bersih dengan sendirinya.

Di halaman pertama kita akan disuguhkan dengan artikel menarik tentang Kuil Tagata yang penuh dengan patung alat kelamin pria. Kuil ini terletak di kota Komaki sebelah utara Nagoya. Tidak hanya patung kelamin pria di dalam kuil namun pagarnya juga terbuat dari batu dengan bentuk yang sama. Kuil ini juga sering digunakan sebagai tempat berlangsungnya upacara shichi go san yaitu upacara pemberkatan bagi anak-anak berusia 7, 5 dan 3 tahun. Meski melihat patung berbentuk kelamin pria, namun anak-anak Jepang tersebut tidak nampak heran atau risih. Bahkan sekali dalam setahun patung-patung tersebut dibopong oleh seorang wanita dewasa dan pengunjung dapat menyentuh atau mengelusnya dengan harapan agar dapat memiliki momongan dan bahagia dalam kehidupan seksualnya. Menurut mereka alat kelamin dianggap sebagai salah satu sumber kebahagiaan  dan dapat dijadikan media untuk memanjatkan pengharapan dan rasa syukur. Tentu hal ini akan sangat aneh bagi orang asing terutama orang Indonesia yang melihatnya karena kelamin adalah bagian dari aurat yang seharusnya ditutupi, namun di Jepang patung kelamin tersebut malah dibiarkan terbuka dan bahkan kita boleh menyentuhnya.

Pada halaman-halaman berikutnya kita akan disuguhkan artikel tentang kualitas anak muda Jepang yang semakin menurun menurut seorang sopir taksi yang tengah ngobrol dengan penulis, seperti curahan hati dan keresahan generasi tua melihat generasi penerusnya yang cenderung santai saat belajar di perguruan tinggi. Ini disebabkan oleh system pendidikan di Jepang yang menuntut kerja keras siswa saat di sekolah mulai TK, SD hingga tingkat lanjutan atas sehingga ketika memasuki perguruan tinggi mereka cenderung santai, bahkan sempat diungkapkan oleh sopir taksi tersebut bahwa mencari anak muda berkualitas di Jepang sulitnya seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Ini tentu hal yang mengejutkan karena selama ini kita yang berada di luar Jepang menganggap bahwa bangsa Jepang sangat pandai dan terpelajar, ratusan bahkan ribuan penemuan yang inovatif dan kreatif yang dapat menunjang dan mempermudah hidup mereka kerap ditemukan oleh warga Jepang sendiri.

Di artikel berikutnya juga disampaikan tentang pengangguran elit, yaitu mahasiswa Jepang yang sengaja tidak meluluskan diri karena belum menemukan pekerjaan yang tepat dari perusahaan bonafid yang diinginkannya. Rupanya di Jepang, pada saat mahasiswa tingkat 4 sudah mulai mendaftar ke berbagai perusahaan, dan yang belum menemukan atau diterima di perusahaan yang diinginkannya sengaja tetap berstatus mahasiswa karena bila telah lulus namun menganggur agak lama bisa memperoleh penilaian buruk dari perusahaan yang akan merekrutnya. Ternyata fenomena mahasiswa abadi juga melanda negara maju seperti Jepang.
Artikel-artikel lainnya tentang budaya, adat istiadat dan pemikiran orang Jepang di Nagoya terutama di lingkungan pekerja di pusat pabrik spare part Toyota juga dijelaskan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Membaca buku ini seperti mendengar langsung cerita dari penulisnya. Buku yang menarik untuk dibaca sambil minum kopi dan makan cemilan, sesantai kita menonton TV atau mendengarkan teman yang sedang bercerita.

Kita pasti akan dibawa termenung memikirkan pemikiran dan pandangan orang Jepang tentang mengapa mereka sangat memperhatikan kebersihan toiletnya, mengapa mereka sangat menghargai orang-orang berkebutuhan khusus dengan mengajari mereka hal yang bermanfaat yang dapat mereka gunakan untuk mencari donasi melalui mengajar origami kepada anak-anak atau orang asing. Kita akan memahami hubungan senpai ( senior ) dan kouhai ( junior ) baik di dunia akademis maupun di lingkungan pekerjaan. Kita juga tahu mengapa tampil bugil di Jepang dianggap biasa namun memotret orang Jepang tanpa ijin yang bersangkutan dituntut secara hukum walau yang dipotret tidak bugil dan berpakaian lengkap.

Pornografi tidak dianggap sebagai hal yang tabu di negara yang penduduknya sangat santun, manakala pelakunya, fotomodel dan pemotret terikat perjanjian, di luar itu tentu akan mendapatkan sanksi hukum. Majalah khusus dewasa dengan gambar perempuan setengah bugil di jual bebas di supermarket dan kios majalah di stasiun namun pembeli di bawah umur tidak akan berani melihat atau membeli karena sanksi moral yang lebih besar daripada denda, malu. Budaya malu yang ditanamkan sejak kecil sudah cukup menjadi sanksi sangat berat yang bahkan dapat membuat orang Jepang bunuh diri manakala melakukan hal yang melanggar norma di negara tersebut.

Jepang di mata orang Suroboyo atau Jawa bisa menjadi pengalaman yang menarik, ketika kita dapat menemukan perbedaan dan persamaan antara kedua budaya, Jepang dan Jawa. Bisa jadi orang Jawa relatif mudah memahami bahasa dan budaya Jepang karena ada beberapa hal yang memang mirip seperti huruf Jepang dan Jawa yang terdari dari vokal dan konsonan “ha, na, ca, ra, ka”, juga level bahasa yang dibedakan mirip dengan bahasa Jawa seperti bahasa halus yang digunakan untuk orang yang memiliki usia atau jabatan lebih tinggi, ngoko  dan madya. Selain bahasa, penghormatan kepada orang yang lebih tua dan memiliki jabatan yang lebih tinggi juga menjadi kemiripan yang kadangkala membuat kita merasa tidak terlalu asing dengan budaya Jepang.

Meskipun buku ini dengan lugas dan bahasa sederhana mampu menjelaskan perbedaan, kemiripan dan pemikiran orang Jepang, tetapi ada hal yang kurang bisa tersampaikan dengan baik oleh penulisnya. Hal ini bisa jadi bukan karena kurangnya wawasan penulis buku ini, namun lebih pada hal yang mungkin kurang pantas disampaikan dan dapat menyebabkan perbedaan persepsi bagi pembaca.


Kurang lebih, buku ini telah mewakili penjelasan tentang 7 sisi unik kultur Jepang, membaca buku ini, selain dapat menambah wawasan kita tentang budaya Jepang, juga memberikan pandangan bahwa apa yang tabu disini belum tentu dianggap tabu di sana. Apa yang baik di Jepang, belum tentu baik bila diterapkan di Indonesia. Selain itu bagi kita yang selama ini selalu menganggap Jepang is The Best dalam hal pendidikan dan keagungan budaya, tetap memiliki kelemahan dan kekurangan sebagaimana bangsa kita sendiri sehingga tidak perlu merasa minder bila berjumpa dengan mereka. 

Berminat memiliki buku ini? Anda dapat menghubungi saya via WA 08123121713, masih tersisa 3 ekslempar atau Anda dapat mencarinya di Gramedia terdekat.

Friday, February 5, 2016

Terima Kasih Mass Market Gendhoektjondro, Penyedia Wisata Kuliner Rumahan

Kartu Nama gendhoektjondro
Saya menyebutnya Mak Achakawa sebagaimana akun Facebooknya. Usaha rumahannya berawal dari pembuatan kue kukus pelangi dan kue kering.

Meski dianggap sebagai usaha musiman yang ramai pembeli pada musim hajatan dimana banyak orang membutuhkan kuenya atau hanya saat event tertentu seperti lebaran, natal dan tahun baru, namun Mak Achkawa tetap optimis meneruskan usahanya. 

Benar ada pasang surut, namun hal ini terjadi di semua bisnis baik skala kecil, menengah maupun besar. Tidak hanya melayani pembuatan kue, namun juga melayani katering berupa makanan kotak untuk hajatan dan pesta. 

Kehadirannya tentu sangat memudahkan orang-orang di sekitarnya yang membutuhkan penganan lezat, harga terjangkau dan yang terpenting bebas ongkir ( ongkos kirim ) serta terjamin kesegarannya karena tidak memerlukan waktu pengiriman yang cukup panjang.

Setelah sukses dengan usaha katering dan pembuatan berbagai macam kue, Mak yang hobi masak dan mengemas makanannya dengan profesional dan cantik mulai merambah usaha pembuatan makanan  lain yakni frozen food berupa nugget sayur dan berbagai variasi sambal. 

Frozen food berupa nugget sayuran ini sangat diminati para ibu yang memiliki anak dengan kegemaran mengkonsumsi nugget. Kerap kali para ibu khawatir dengan kandungan zat pengawet, pewarna dan minus nutrisi dalam berbagai produk frozen food. Namun Mak Achawaka telah berhasil membuat nugget sayuran yang aman dikonsumsi anak-anak namun rasa tidak kalah jauh dari produk frozen food merk ternama lainnya. Bahkan teksturnya lebih lembut tidak keras seperti frozen food buatan pabrik sehingga aman pula dikonsumsi balita yang mulai belajar makan ( usia 7 bulan ke atas ). Kandungannya berisi daging ayam, parutan wortel dan keju yang hmmm..yummy tentu sangat disukai anak-anak bahkan orang dewasa.

Frozen Food Gendhoektjondro
Meski dikemas sederhana namun kesan higienis dan rapi tetap dipegang teguh oleh Mak Achakawa. Penjualan produknya kini tidak hanya melalui pameran, bazaar atau event lainnya namun juga mulai merambah ke dunia digital melalui blog ( www.gendhoektjondro.blogspot.com ) dan fanpage Facebook dengan nama serupa merk produk yang dia usung, Gendhoektjondro.

Kemasan Nugget Sayur ala Gendhoektjondro

Beberapa kali Mak Achakawa pun menggelar lapak di acara bazaar sekolah atau yang diadakan oleh instusi tertentu. Tingkat penjualannya pun cukup bagus. Selain itu dia juga menyebarkan kartu nama untuk mencari pelanggan. Terbukti trik tersebut cukup berhasil, mereka yang cocok dengan produk Gendhoektjondro akan kembali menghubungi Mak Achakawa untuk memperoleh produk tersebut.

Foto Lapak di bazaar sekolah

Produk unggulan lainnya yang digemari ibu-ibu terutama penggemar sambal adalah Sambal Ragil Gendhoektjondro dengan 3 varian rasa, pedas original yang menggigit, Jori atau sambal hijau teri bagi mereka yang kurang menyukai pedas sangat dan sambal dengan campuran ebi yang gurih. Dengan kemasan 150 gram yang ciamik, sambal ini banyak dicari oleh ibu-ibu yang tidak memiliki waktu banyak untuk meracik dan menguleg sambal. Cocok digunakan sebagai cocolan maupun campuran memasak masakan lainnya seperti tumis, nasi goreng dan lain-lain.
Sambal Ragil Gendhoektjondro
Dengan harga per botol 17 ribu saja, kami yang tinggal dekat dengan Mak Achakawa dapat memesan berbagai varian rasa tersebut dengan mudah, tidak hanya melalui tangan Mak Achakawa namun beberapa resellernya di warung-warung terdekat.

Ibu dengan tiga anak ini optimis, selain usaha rumahannya dapat menghidupi keluarga juga membantu orang-orang yang membutuhkan produk berkualitas, harga terjangkau sekaligus membuka lapangan pekerjaan dengan menjadi reseller produk-produknya.

Mak Achakawa, usaha rumahanmu yang sederhana ini adalah sebuah mass market, usaha rumahan yang sangat berjasa bagi kami yang tinggal di sekitarmu...semoga impian punya tabungan dan penghasilan lebih besar dapat terwujud seperti simulasi berikut ini :http://bit.ly/1FVMRAo 

Simulasi Menabung BTPN http://bit.ly/1FVMRAo 
Simulasi berikut ini dapat Mak Achakawa jadikan pemacu semangat untuk meningkatkan omzet dan tabungan..aamiin yra.

Langkah pertama, klik nominal yang ingin ditabung per bulan, 



misalnya 500 ribu dengan jangka waktu 5 tahun. Kalau mau mencoba berbeda, bisa diarahkan kursornya ke kiri atau ke kanan. Simulasinya asyik untuk dicoba.


Setelah itu arahkan kursor ke kotak Hasil Simulasi...taraaa..jadi berapa yaaa tabungan Mak Achakawa?

Ternyataaa....jadi 34 jutaaan lhooo...wah bisa buat tambahan modal usaha nih... :-)

Demikian cerita saya tentang Mak Achakawa dan Mass Market Gendhoektjondro-nya. Semoga bermanfaat dan menginspirasi teman-teman yang ingin membuka usaha rumahan dengan cara sederhana NO RIBET, apalagi kalau menabung di bank BTPN hehehe...

Merencanakan usaha dengan menabung sangat menarik..mau coba?

Sunday, January 24, 2016

10 Tips menjadi Mompreneur yang bahagia bekerja di rumah.



Menjadi ibu di rumah secara penuh masih menjadi impian banyak wanita dan para ibu. Mengasuh dan membesarkan anak, mengurus rumah dan suami adalah pekerjaan termahal dan paling mulia. 

Namun bukan berarti seorang ibu tidak dapat mengerjakan hal lainnya. Ada pula yang membagi waktunya dengan kembali sekolah  yang jadwal kuliahnya lebih fleksibel atau Kuliah Online. Adapula yang ingin bekerja di rumah dengan membuka bisnis kecil-kecilan, selain untuk menambah pendapatan juga untuk menyalurkan hobi. 

Menurut saya seorang ibu rumah tangga yang diberikan kesempatan untuk mengaktualisasikan diri sesuai kemampuan dan bidang ilmu yang diperolehnya sangat bermanfaat, bukan hanya untuk dirinya , keluarga namun juga untuk orang-orang di sekitarnya.

Berbeda dengan orang kantoran yang memiliki jadwal kerja tetap nine to five,  seorang mompreneur atau ibu yang memiliki usaha di rumah sering dianggap tak memiliki jadwal tetap, padahal dengan banyaknya yang harus ia lakukan, dia harus memiliki kedisiplinan melebihi pekerja biasa. Karena itu berdasarkan pengalaman saya dan beberapa teman yang masih bekerja sekaligus memiliki usaha ada beberapa tips bagaimana menjalankan bisnis di rumah. Meski saya bukan pemilik toko online, maupun bisnis besar, namun kesibukan saya sebagai penulis freelance sekaligus agen buku membuat saya harus pandai mengatur waktu dan energy agar tetap nyaman melakukan keduanya.

Berikut adalah 10 tips bagaimana menjadi seorang mompreneur :
1. Buat Jadwal
Bagi ibu pekerja seperti saya, pasti jadwal sudah tetap. Menulis setelah jam kerja atau setelah pekerjaan di rumah beres, seperti menyiapkan makan malam, mengajari anak belajar dan mengerjakan pekerjaan rumah. Di akhir pekan ada jadwal khusus dimana saya bisa menulis mulai pagi hingga malam sementara anak dan suami memiliki kesibukan sendiri, bermain hehehe. Namun bagi ibu yang full di rumah, waktunya bisa jadi lebih banyak daripada saya. Hampir sama sebenarnya, seorang ibu akan menjalankan bisnisnya setelah urusan domestic rumah telah beres. Prioritas utama seorang ibu adalah urusan rumah. Jadi buat jadwal dan patuhi jadwal tersebut. Biasanya sih, ibu-ibu suka kongkow sama ibu lainnya saat menunggu menjemput anak atau saat di rumah. Kurangi hal yang kurang bermanfaat namun tetaplah bergaul dengan tetangga dan ibu-ibu lainnya. Bila Anda membuka sebuah toko online, beritahukan jadwal toko online buka dan tutup kepada para pelanggan. Misalnya seperti toko online milik seorang teman yang menjual produk fashion. Dia menetapkan jam kapan harus melayani pesanan dan pertanyaan pelanggan mulai pukul 10 pagi hingga pukul 19.00, sebelum dan sesudahnya dia dapat menyelesaikan pekerjaan rumah atau di sela-sela waktu buka tersebut.
Jadi meski Anda memiliki kebebasan waktu di rumah, tetaplah bekerja dengan system yang memudahkan Anda mengerjakan bisnis dan menuai hasil sesuai yang Anda inginkan.

 2. Buat perencanaan
Buatlah perencanaan, tentukan target  dan tandai kalender penting. Sebagai seorang pebisnis meski hanya skala rumahan harus memiliki target yang jelas. Apalagi sebagai seorang penulis freelance seperti saya, patuh dengan deadline yang di tetapkan oleh pemesan dan memiliki perencanaan kapan harus browsing, buku apa yang harus dibaca dan waktu menulis. Di rumah, untuk memudahkannya saya memiliki kalender dan papan pos it serta buku agenda berisi catatan penting. Jadi meski saya sedang travelling dan sedang ada pekerjaan menulis, semuanya masih bisa saya lakukan dengan baik. Selain sebagai penulis freelance, saya juga memiliki blog yang harus saya update minimal 2X seminggu.

3. Buat tempat kerja di rumah yang nyaman dan professional.
povide by workalicius.com
 Teman saya yang menjual produk fashion, menyulap sebagian ruang di rumahnya menjadi sebuah toko, lengkap dengan meja kasir. Di sana, selain melayani pembeli yang datang, dia juga meletakkan laptop dan gadget untuk melayani pembeli online. Agar memudahkan Anda fokus, sebaikanya memang Anda menetapkan area kerja Anda. Sebagai penulis pun, saya memiliki sebuah pojok tempat saya mengerjakan tulisan atau membaca buku. Saya buat senyaman mungkin dengan lampu terang, ventilasi udara, jendela terbuka mengarah jalan depan rumah untuk sekedar refreshing dan mengalihkan perhatian dari buku yang saya baca. Musik klasik atau instrument pun kerap menemani saya menulis atau membaca buku. Apapun bisnis Anda, berikan ruang yang nyaman untuk melakukannya.

4. Bertindaklah seperti Anda bekerja meninggalkan rumah.
Full bekerja di rumah dengan hanya memakai daster aja? ini sih kata teman saya ternyata nyaman hehehe....Namun meskipun dengan busana santai dia tetap serius mengerjakan bisnisnya. Usahakan saat akan memulai kegiatan bisnis Anda di rumah Anda tetap melakukan hal-hal seperti akan bepergian ke luar rumah. Bangun pagi, mandi dan gosok gigi, pakai wewangian bila perlu dan berpakaian rapi meski busananya tetap santai dan berjudul daster. penampilan tersebut membantu Anda agar serius saat melakukan kegiatan yang berhubunan dengan bisnis yang Anda jalankan. Bayangkan bila Anda punya toko di rumah, lalu ada klien atau pelanggan yang datang dan melihat Anda dalam keadaan tidak rapi, tentu tidak sedap dipandang mata meski yang datang adalah teman dekat atau tetangga.
Saya pun sebagai penulis meski dikonotasikan sebagai penyendiri karena bekerja di depan laptop tetap memakai pakaian yang rapi dan nyaman. Hal ini juga akan berpengaruh dengan mood menulis tentunya. Biasanya kalau belum mandi jadi males nulis hehehe…

5. Berkomunikasilah dengan orang lain
Bekerja di rumah kadang membuat kita merasa terisolir, tidak seperti di kantor dimana kita bisa bertemu banyak orang. Kecuali bila bisnis Anda berupa toko fashion yang masih bisa bertemu pembeli. Penulis seperti saya mungkin cenderung menyendiri, desainer dan arsitek juga mungkin jarang bertemu orang, karena itu buatlah jadwal bertemu dengan orang-orang lain dan berbicara dengan mereka meski hanya melalui media online seperti Skype atau fitur video di Facebook. Sesekali jalan-jalan atau ngopi bareng teman bisa membuat Anda lebih segar dan menemukan ide-ide baru.

6. Beri hadiah untuk diri sendiri
Anda sudah berlelah mengurus rumah sekaligus menjalankan bisnis di rumah. Sesekali berilah diri Anda hadiah berupa Me Time, entah itu waktu santai bersama keluarga atau menikmati hasil usaha Anda bersama anak dan pasangan. Dengan begitu Anda akan makin bersemangat untuk mencapai hasil yang lebih baik karena ternyata hasil usaha Anda dapat membuat keluarga bahagia dan dinikmati bersama-sama. Buat jadwal sederhana seperti makan malam bersama di luar bersama keluarga, atau makan siang bersama anak sepulang sekolah sambil main di taman dan lain-lain. Jadwalkan hal tersebut saat Anda membuat daftar kegiatan harian.

7. Ambil Jeda Waktu
Meski berkantor di rumah dan bisa ngantor kapan saja bahkan saat week end dan musim liburan sekalipun, tetaplah mengambil jeda waktu untuk beristirahat dan menikmati hidup. Orang workacholic seperti saya kadang bekerja tak mengenal waktu terutama ketika harus membaca banyak buku dan dikejar tenggat bahkan saat week end sekalipun. Karena itu mompreneur harus memiliki waktu istirahat yang cukup pula, jangan terlalu diforsir tenaganya yang telah terbagi untuk urusan rumah dan bisnis. Jangan sampai jatuh sakit karena tidak dapat menempatkan prioritas.

8. Jangan hanya duduk di ruangan.
Ini juga khusus penulis seperti saya hehehe..pemilik bisnis online bisa jadi akan menghabiskan banyak waktunya duduk di depan laptop dan gadget mereka untuk memeriksa notifikasi, menerima telepon dari calon pelanggan dan lain-lain. Sesekali nikmati udara segar di luar, naik sepeda atau sekedar berjalan-jalan di sekitar rumah dan say hello dengan para tetangga.

9. Sediakan kudapan sehat
Saat bekerja di rumah memang asyik, kita bisa mengemil kapanpun dan sebanyak apapun yang kita mau hingga kadang hal tersebut membuat berat badan tak terkontrol. Untuk mengatasinya, sediakan snack atau kudapan sehat yang bisa dinikmati sembari memeriksa email, menulis blog atau menata ruangan yang kita gunakan untuk memajang produk.  Cemilan bisa bikin kita happy hehehe…

10. Batasi aktifitas di sosial media.
Meski sosial media sangat bermanfaat untuk mempromosikan produk, namun tetap batasi waktunya. Sebab tak jarang, alih-alih kita membaca notifikasi yang berhubungan dengan bisnis atau memposting konten, kita malah menghabiskan waktu kita untuk membaca status teman-teman sosial media. Hingga tanpa kita sadari setengah hari berlalu hanya untuk membaca status. Bila yang kita baca memberikan manfaat sih ndak apa-apa, tapi yang sering, isinya  Cuma curhatan yang tanpa kita sadari membuat semangat dan fokus kita menurun. Buat jadwal kapan Anda membuka akses sosial media, apakah di pagi hari untuk memfollow up notifikasi dari pelanggan lalu dilanjutkan lagi setelah makan siang. Sisa waktunya dapat. Anda pergunakan untuk melakukan hal lain yang lebih produktif.
Jadi moms, meski hanya bekerja dari rumah, tetap membutuhkan disiplin dan fokus. Gunakan kebebasan waktu yang moms punya untuk menjadi lebih produktif dan keluarga tetap menjadi prioritas utama.

Be a happy mompreneur….

*dirangkum dari berbagai sumber*