Saturday, June 3, 2017

#Day28, Tips Menjadi Karyawan Kaya

Karyawan identik dengan zona nyaman, dengan gaji tetap, dapat fasilitas gratis seperti asuransi kesehatan dan bisa utang di koperasi dengan sistem potong gaji hehe..Namun jam kerja bisa lebih panjang tidak bisa sembarangan ijin tidak masuk kerja.

Beda dengan pengusaha, waktu kerja ditentukan sendiri, punya karyawan, penghasilan bisa lebih besar daripada hanya menjadi karyawan, tapi benarkah menjadi pengusaha semudah itu?

Beberapa kawan sesama pekerja pernah bercerita bahwa bekerja sambil mengelola bisnis itu tidak mudah. Perlu ada ilmu tentang managemen, baik dalam mengatur uang sebagai permodalan atau membayar gaji karyawan bila ada, dan managemen waktu karena harus tetap disiplin masuk kerja walau sedang sibuk mengelola usaha.

Yang tak memiliki kemampuan tersebut harus memilih, tetap bekerja dan meninggalkan bisnis atau melanjutkan bisnis dan resign dari pekerjaan. Kadang alasan resign cenderung emosional karena tidak suka dengan atasan atau tidak suka dengan situasi kerja sedangkan yang bersangkutan minim pengetahuan tentang mengelola bisnis. Akhirnya bisnisnya harus gulung tikar dan kembali lagi ke dunia kerja menjadi karyawan agar dapat memiliki gaji tetap untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Tak sedikit yang takut dengan resign, karena berbeda dengan karyawan yang memiliki gaji tetap, keuntungan bisnis dapat turun naik sedangkan kebutuhan hidup tetap ada bahkan cenderung bertambah. Bagi yang takut memiliki bisnis dan memilih tetap bekerja, tidak perlu khawatir, ada tips bagaimana seorang karyawan tetap bisa kaya dan memiliki aset.

Sebagai karyawan Anda tidak perlu berkecil hati karena Anda juga memiliki kesempatan mempunyai penghasilan yang lebih besar dan aset meski hanya dengan menyisihkan gaji yang Anda terima setiap bulan.

Tips menjadi karyawan yang kaya adalah :

1. Merencanakan keuangan
Setiap bulan setelah Anda menerima gaji, apa yang segera Anda lakukan ? membelanjakannya ? menghabiskan untuk belanja barang-barang yang Anda inginkan atau habis separuh untuk bayar hutang ?

Agar Anda menjadi karyawan yang kaya, perhatikan sumber pemasukan dan dikeluarkan untuk apa saja? Biasanya sebagai karyawan Anda akan menerima gaji dan bonus senilai satu kali gaji sebanyak 2 kali dalam setahun, yakni saat menerima Tunjangan Hari Raya (THR) dan bonus tahunan. Bila Anda termasuk karyawan berprestasi dan bisa bekerja sesuai bahkan melebih target akan ada bonus bulanan.

Hitung untuk apa saja pengeluaran Anda setiap bulan. Buat daftar, mana yang termasuk kebutuhan pokok, mana yang bisa ditunda dan mana yang tidak perlu. Sisanya dapat Anda gunakan sebagai tabungan hari tua. Bila perusahaan Anda tidak memiliki sistem potong gaji untuk tabungan hari tua, Anda dapat menyimpan uang tabungan tersebut di rekening yang berbeda.

Anda juga harus menentukan tujuan keuangan Anda, apakah suatu saat Anda ingin gunakan untuk menikah, membeli rumah, berbisnis dan lain-lain. Semakin jelas tujuan yang Anda buat, tentunya Anda semakin tahu berapa gaji yang harus Anda simpan di rekening tabungan.

2. Menabung
Ada beberapa perusahaan yang dapat membantu Anda agar lebih mudah menabung dengan sistem potong gaji seperti salah satunya di perusahaan tempat saya bekerja. Bekerja sama dengan koperasi yang juga menyediakan fasilitas simpan pinjam, saya dapat meminta koperasi memotong gaji saya dan memasukkannya dalam rekening tabungan di koperasi. Tentunya ini sangat memudahkan bagi saya.
Selain itu koperasi juga memberikan keistimewaan kepada nasabahnya yang memiliki simpanan banyak dapat meminjam uang dalam kondisi terdesak atau emergency lebih besar daripada yang tabungannya hanya sedikit.

3. Berinvestasi
Tabungan sudah ada. Namun bunga atau bagi hasilnya sangat kecil. Agar uang Anda dapat beranak pinak bukan dengan riba, Anda dapat menggunakan uang simpanan sebagai investasi. Misalnya dengan investasi emas, tanah dan property. Harga ketiga komponen investasi tersebut sangat fluktuatif namun jarang sekali mengalami penurunan yang sangat besar bahkan cnderung naik, karena itu banyak orang termasuk karyawan yang berinvestasi di ketiga item tersebut. Bila gaji Anda belum memungkinkan untuk membeli tanah atau property Anda dapat membeli emas batangan yang paling kecil seberat 1 gram dengan harga kurang lebih Rp 500.000,-.

4. Perhatikan gaya hidup
Anak muda yang baru saja masuk ke dunia kerja dan mengantongi gaji kadang cenderung seenaknya karena belum ada tanggungan keluarga. Padahal semakin muda ia memulai tabungan pensiun semakin banyak uang atau dana yang dia dapat saat kelak ia sudah tidak bekerja lagi.

Karena itu senyampang Anda masih muda, perhatikan gaya hidup Anda. Jangan gonta—ganti gadget hanya demi gengsi atau beli motor mahal hanya agar terlihat keren di mata cewek idaman. Sekali lagi, rencanakan keuangan Anda selama masih belum terlambat. Sebab nanti bila sudah menikah dan berkeluarga Anda akan dibebani oleh biaya hidup keluarga yang makin membengkak disebabkan Anda tidak dapat mengatur keuangan sejak dini. Apalagi bila Anda memiliki kartu kredit, gunakan dengan bijak agar tidak terjerat hutang bunga berbunga.

5. Jangan lupa berzakat dan bersedekah
Minimal Anda mengeluarkan zakat penghasilan 2,5% dari penghasilan per bulan dan perbanyak sedekah dengan membantu orang yang mengalami kesulitan. Fungsi zakat dan sedekah adalah untuk membersihkan harta yang Anda miliki, sehingga insya allah akan lebih berkah.
Demikian tips menjadi karyawan kaya, semoga bermanfaat.

Sumber : Buku KARYAWAN (JUGA) BISA KAYA, KALAU INGIN KAYA ANDA TIDAK PERLU RESIGN.

Karya : Dwi Suwikno, penerbit Elex Media Komputindo.

#Day27,Checklist di tengah bulan Ramadhan

Kita telah memasuki pertengahan bulan Ramadhan. Bila sebelumnya di awal bulan Ramadhan kita bersemangat beribadah maka tak jarang pada tengah bulan Ramadhan kita mulai kehilangan fokus ibadah. Tidak hanya karena jenuh, namun hati dan pikiran kita sudah mulai terbayang kemeriahan hari raya Idul Fitri sehingga kecenderungannya fokus ibadah kita mulai berkurang akibat mempersiapkan keperluan perayaan Idul Fitri.

Wajar bila manusia mengalami kejenuhan, namun jangan sampai kejenuhan tersebut mengurangi intensitas ibadah kita di bulan Ramadhan, sebab pahala dari ibadah yang kita lakukan di bulan ini sangat berlipat ganda, jauh lebih besar daripada dilakukan di bulan lain. Lagipula siapa yang bisa mengira kita masih akan hidup hingga Ramadhan berikutnya ?

Persiapan Idul Fitri pun tak jarang sangat menyita perhatian kita, apalagi mall dan pusat perbelanjaan sudah mempersiapkan banyak diskon, barang-barang baru yang sedang menjadi trend dan hidangan yang harus tersedia saat hari lebaran seperti kue, sirup dan lain-lain.

Maka, yang bisa kita lakukan pada pertengahan bulan Ramadhan ini adalah melakukan muhasabah atau evaluasi diri atas ibadah yang sudah kita lakukan dan akan kita tingkatkan di hari berikutnya.
Pertengahan bulan Ramadhan adalah saat yang tepat untuk kembali men-charge energi ibadah, sebab pada pertengahan bulan Ramadhan terdapat peringatan Nuzulul Al Qur’an yakni peristiwa turunnya kitab suci Al Qur’an dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW agar disebarkan dan diajarkan kepada seluruh umat manusia.

Para ulama juga menyarankan agar memperbanyak ibadah sebab malam lailatul Qadr diperkirakan akan turun pada pertengahan hingga akhir bulan Ramadhan.

Sebagaimana disebutkan dalam surat Al Qur’an surat Al-Qadr :
“ Sesungguhnya aku telah menurunkan Al-Qur’an pada malam lailatul qadr, tahukah kamu “apa lailatul qadr itu?”, lailatul qadr adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan, pada malam itu turun para malaikat dan ruh qudus ( malaikat jibril ) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar”. 

Agar puasa dan ibadah Ramadhanmu tidak sia-sia, buatlah checklist sederhana ini dan pasang di tempat yang mudah dilihat agar dapat membuatmu kembali bersemangat.

1. Check kembali sudah berapa juz Al Qur’an yang sudah kamu baca? Buatlah target di awal bulan Ramadhan dan check kembali di pertengahan bulan. Bila targetmu adalah khatam atau dapat menyelesaikan Al Qur’an maka tambah lagi jadwal membacanya bila ternyata hingga pertengahan bulan masih jauh dari apa yang sudah kamu tetapkan.

2. Apakah sholat tarawihmu suka bolong-bolong dari awal Ramadhan? Lingkari kalender untuk menandai hari dimana kamu tidak melaksanakan sholat tarawih. Tentu ini akan membuatmu malu kepada Allah SWT, mengapa tidak melaksanakan sholat tarawih. Meski tergolong sebagai ibadah sunnah dan bukan sholat wajib, namun sholat ini hanya dilakukan pada bulan Ramadhan saja, masa’ sih kamu rela kehilangan momen ini? Di pertengahan Ramadhan ini usahakan untuk memperbaiki.

3. Kurangi kegiatan yang kurang bermanfaat seperti ngabuburit atau menunggu datangnya waktu berbuka dengan kegiatan yang tidak mengandung nilai ibadah. Jadwalkan hanya saat akhir pekan saja agar ibadahmu khusyuk dan fokus.

4. Perbanyak sedekah meski hanya sekedar snack untuk berbuka puasa, sebab pahala bersedekah di bulan Ramadhan sangat berlipat ganda.

Yuk jangan sampai Ramadhanmu berakhir sia-sia dengan membuat checklist ibadah.

#Day26, Mengapa kita harus berdoa ?

Manusia selalu memiliki keinginan dan kebutuhan, tidak hanya itu permasalahan dalam hidup juga kerap mengisi kehidupannya. Tak jarang masalah tersebut timbul akibat keinginan dan kebutuhannya sendiri. Masalah tersebut tentunya membutuhkan solusi agar tidak membuat beban dan keresahan yang akibatnya dapat membuat hidup tak tentram.

Solusi tidak hanya datang dari bantuan sesama manusia namun solusi yang sejati berasal dari Dzat Pencipta yakni Allah SWT. Solusi tersebut diberikan setelah manusia memanjatkan doa dan melakukan ikhtiar yang digariskan olehNya. Allah SWT seringkali memberikan jalan keluar dari arah yang tak disangka-sangka setelah manusia tersebut berlelah-lelah berdoa dan berikhtiar.

Allah SWT berfirman dalam salah satu surat Al Qur’an yang artinya :

“Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepadaKu agar mereka selalu berada dalam kebenaran”. (QS. Al Baqarah ayat 186).

Pada ayat tersebut dijelaskan bahwa saat kita memiliki permohonan dan doa hendaknya kita juga menjalankan atau memenuhi segala perintahNya, diantaranya memperbanyak ibadah seperti bersedekah, melaksanakan sholat sunnah tahajud, hajat dan dhuha, membaca Al Qur’an dan lain-lain.
Doa merupakan salah satu ibadah yang kita lakukan sebagai sarana penyelesaian permasalahan yang sedang kita hadapi. Dalam salah surat Al Qur’an yang artinya :

Dan apabila manusia ditimpa bahaya, dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat) seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk menghilangkan bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan (QS. Yunus ayat : 12)

Janganlah sampai kita menjadi orang yang melampaui batas dalam berdoa, yakni orang yang mengulang kembali kesalahan dan masalah yang sama saat Allah SWT telah memberikan jalan keluar pada masalah yang sebelumnya.

Ketika doa belum diijabah, hendaknya kita sebagai manusia bersabar, karena Allah SWT Maha Tahu Yang Terbaik untuk hambaNya. Bisa jadi doa kita di dunia tidak dikabulkan karena akan digantikan saat di akhirat atau terhindarnya kita dari musibah yang mungkin akan menyebabkan kita harus mengeluarkan banyak biaya.

Hadist berikut ini menyebutkan :

“Tidak ada seorang muslim yang berdoa suatu doa yang di dalamnya tidak ada dosa dan memutuskan tali silaturrahim, kecuali Allah akan memberikan karena doa itu salah satu dari tiga keadaan; bisa saja doanya disegerakan, bisa juga Allah simpan untuknya di akhirat dan bisa juga Allah hindarkan dia dari keburukan semisalnya.” Para sahabat bertanya, “Bagaimana jika kami memperbanyak doa.” Beliau menjawab, “Allah lebih memperbanyak lagi.” 
(HR. Ahmad, Al Bazzar dan Abu Ya’la dengan sanad-sanad yang jayyid, dan diriwayatkan pula oleh Hakim, ia berkata, “Shahih isnadnya.” Hadits ini dinyatakan “Hasan shahih” oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib no. 1633).

Doa yang kita panjatkan harus diiringi dengan keikhlasan dan kerelaan bahwa masalah yang kita hadapi semata-mata karena kita yang menyebabkannya dan memohon ampunan dari kesalahan yang kita lakukan. Setelah itu dibarengi dengan keyakinan bahwa Allah SWT akan memberikan solusi atas masalah yang sedang kita hadapi.

Mengapa kita harus berdoa sebelum melakukan usaha atau ikhtiar ?

1. Sebab pada saat kita ditimpa masalah, jiwa dan hati kita sedang labil dan cenderung gegabah dalam mengambil keputusan. Karena itu segeralah mengambil air wudhu, melaksanakan sholat sunnah dan perbanyaklah membaca dzikir terutama istighfar. Efek dari doa yang kita panjatkan setidaknya akan membuat kita lebih tenang dan jernih dalam memandang masalah tersebut.

2. Doa adalah wujud kepasrahan kita kepada Allah SWT dan memang kita seharusnya hanya meminta kepada Allah SWT. 

3. Doa mengajari kita untuk bersabar.
Saat kita mendahulukan berdoa sebelum berikhtiar dan Allah SWT berkenan memberikan kita solusi maka yang akan kita rasakan adalah ikhtiar yang kita lakukan akan terasa mudah dan bila pun ada kesulitan akan mudah kita selesaikan 

Ketika Allah SWT ridho dengan doa kita, maka ikhtiar yang kita lakukan juga sering meleset dari apa yang telah kita rencanakan namun hal tersebut merupakan solusi dari masalah yang kita hadapi. 
Doa yang mengawali ikhtiar akan membuat kita fokus dan tidak putus harapan kepada Allah SWT.

Doa adalah tanda keyakinan seorang hamba kepada penciptaNya

#Day25, Keajaiban doa mendahului ikhtiar

Sore itu saya berkunjung ke panti asuhan teman, Ukhti Dewi. Dia adalah muslimah bersahaja bersuamikan seorang dermawan yang rela mengasuh beberapa anak yatim piatu di rumahnya. Meski pekerjaannya hanya seorang guru Aliyah, dan istrinya juga tidak bekerja, namun mereka sangat yakin akan rejeki dari Allah SWT dan pahala dari mengasuh anak yatim di rumah mereka. Satu persatu anak yatim yang mereka asuh telah lulus sekolah dan mulai bekerja.

Anak-anak panti asuhan pun tidak berkurang malah bertambah, karena suami Ukhti Dewi mencari anak yatim piatu lagi untuk diasuh. Kakak-kakak asuh yang sudah bekerja memberikan bantuan dan menjadi donatur tetap. Mereka ingat bahwa mereka pernah diasuh dan dibiayai sehingga mereka tak ragu berbagi rezeki. Ukhti Dewi tidak pernah mengeluh atau keberatan, dengan kasih sayang seorang ibu, anak yatim piatu tersebut diasuh seperti anaknya sendiri.

Saya datang berkunjung membawakan snack untuk anak-anak panti asuhan yang tinggal di rumahnya. Kami duduk di teras rumahnya yang luas dan sejuk, mulailah saya bercerita tentang keinginan saya untuk merintis bisnis saat masih bekerja dengan harapan, saat bisnis berhasil saya dapat segera berhenti bekerja dan fokus dengan urusan rumah dan anak. Namun malah saya mendapat masalah dengan bisnis tersebut.

Lalu aku bercerita tentang uang belanja yang nyaris ludes karena terpakai untuk stock barang atau menalangi orang-orang yang membeli dengan berhutang. Saat mereka membayar tepat waktu memang tak masalah, namun akhir-akhir ini sering menunggak, sedangkan mencari orang yang dapat membeli kontan saat itu juga ternyata tak mudah.

Saya jadi rajin melihat notifikasi di HP, entah pesan BBM, Whatsapp, Messenger dan lain-lain. Jangan-jangan ada orderan nih, jangan-jangan ada komplain pelanggan nih. Aduh, ada orderan tapi stock barang kosong, dipilihkan yang lain pelanggan ndak mau. Eh ini barang udah packing tapi kok belum transfer sih?

“Waktu libur sabtu dan minggu lebih sering saya gunakan untuk melakukan bisnis daripada bermain dengan anak dan ngobrol dengan suami”.

“Apalagi suami, dia pasti keberatan. Lalu masih kamu teruskan bisnisnya? Padahal bila suami tidak ridho bisa dosa lho”, kata Ukhti Dewi lagi.

aya ingat, saat itu saya berdebat dengan suami, tentang pekerjaan, bisnis yang saya lakukan dan ibadah saya yang makin menurun kualitasnya.

Sebelum memulai sesuatu, mintalah ijin pada Allah SWT, Dia akan memberikan solusi dan jalan keluar yang tidak disangka-sangka. Ijin juga pada suami agar dia tidak salah paham.

Ikhtiar memang penting tapi menomorsatukan Allah jauh lebih penting. Karena buat apa kita bercapek-capek kerja dan berbisnis bila Allah SWT tidak ridho? Buat apa kita tekun berbisnis tapi ibadah kita amburadul, sholat hanya untuk menggugurkan kewajiban tidak ada ruhnya.

Tinggalkan sejenak angka-angka, sebentar saja, lepaskan pakaian ketakutanmu akan berkurangnya harta, risau oleh bertambahnya beban hidup, gagalnya usaha dan hilangnya kesempatan. Bukankah rejeki kita sudah dijamin olehNya ?

Finansial yang sulit memang kerap membuat otak kita berputar cepat mencari jalan keluar, namun memohon pertolongan kepada Allah SWT lebih dahulu jauh lebih penting sebelum melakukan ikhtiar. Lakukan dengan yakin dan ikhlas. Maka Allah SWT akan tunjukkan jalannya yang terbaik untukmu.

Maka Allah akan pilihkan jalan yang terbaik, mungkin bukan bisnis yang menyita waktu, bisa jadi Allah ingin kamu menjadi guru dengan mengajarkan ilmu dan dari situlah rejekimu menjadi berkah dan cukup bahkan berbuah penghargaan. Bisa jadi bakat menulis yang selama ini terabaikan akan menjadi jalan membuka pintu rejeki yang lain, sementara waktu untuk beribadah bisa kamu tambah. 

“Tidak ada seorang muslim yang berdoa suatu doa yang di dalamnya tidak ada dosa dan memutuskan tali silaturrahim, kecuali Allah akan memberikan karena doa itu salah satu dari tiga keadaan; bisa saja doanya disegerakan, bisa juga Allah simpan untuknya di akhirat dan bisa juga Allah hindarkan dia dari keburukan semisalnya.

” Para sahabat bertanya, “Bagaimana jika kami memperbanyak doa.” Beliau menjawab, “Allah lebih memperbanyak lagi.” 

(HR. Ahmad, Al Bazzar dan Abu Ya’la dengan sanad-sanad yang jayyid, dan diriwayatkan pula oleh Hakim, ia berkata, “Shahih isnadnya.” Hadits ini dinyatakan “Hasan shahih” oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib no. 1633).

Saya berterima kasih kepada Ukthi Dewi yang telah membukakan mata dan hati saya tentang eajaiban doa yang kita panjatkan. Tentang Allah SWT yang Maha Mengetahui yang terbaik untuk hambaNya. Keajaiban akan terjadi pada hamba yang menyakininya.

“Jangan hanya terpaku pada ikhtiar, ikhtiar itu perlu bahkan butuh totalitas, namun berdoa sebelum melaksanakan ikhtiar sangat penting”.

Saya pun total menghentikan bisnis, hanya kegiatan menulis review produk di blog yang masih saya teruskan. Saya memperbaiki kembali kualitas ibadah, membaca Al Qur’an setiap habis magrib atau subuh dan sholat malam. Pagi, saya sempatkan sholat dhuha. Saya berdoa, semoga Allah SWt cukupkan rejeki dan gaji yang saya terima walau tanpa bisnis apapun. Saya pun kembali fokus bekerja, dan mengurus keluarga. Yakin akan ada pertolongan Allah SWT.

Saya ingat waktu itu nyaris tak sepeser uangpun ada di dompet, semuanya habis untuk membayar hutang dan membayar kebutuhan sehari-hari sementara suami saat itu sibuk mengurus ibundanya yang sedang sakit keras di kota lain. Saya tak berani membebaninya dengan memintanya mentransfer uang untuk menutupi kebutuhan di tengah bulan. Tak putus saya berdoa semoga Allah memberikan jalan keluar.

Pukul tujuh malam, saya membaca postingan salah satu teman di Facebook yang memiliki bisnis travel bahwa websitenya membutuhkan web content writer. Segera saya menginboxnya. Tak lama saya mendapatkan jawaban, minta sample artikel dengan tema yang diinginkannya. Pukul delapan artikel telah saya tulis dan saya kirim. Setengah jam kemudian saya mendapatkan balasan dan artikel saya lolos bahkan beliau pesan sebanyak 10 artikel lagi dan meminta nomor rekening.

Alhamdulillah, uang yang beliau transfer cukup untuk belanja 2 hari hingga suami pulang dan memberikan dana belanja tambahan hingga akhir bulan. Sejak saat itu saya selalu menerima job setiap bulan. Tidak hanya menulis artikel namun pernah dipercaya pula membuatkan blog, mengatur lay out serta memposting artikel-artikel disertai gambar yang relevan. Feenya pun ditambah, hingga bila dikumpulkan dapat menutup kebutuhan bahkan bisa ditabung walau tak banyak. Seiring berjalannya waktu, hutangpun mulai berkurang dan lunas. 

Saya percaya, Allah SWT telah menentukan jalan terbaik untuk saya. Menjawab doa-doa saya. Bukan dengan bisnis namun memanfaatkan bakat yang telah dianugerahkannya untuk saya. Betapa bodohnya saya yang telah meremehkan pemberianNya.

#Day24,Tips menjalani awal Ramadhan

Sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan, saat ini kita sedang berada di bulan Sya’ban, dimana banyak umat Islam yang mulai melakukan puasa sunnah dan memperbanyak ibadah sebagai persiapan memasuki bulan Ramadhan. 

Rasulullah SAW pernah bersabda: "Sya'ban itu bulan antara Rajab dan Ramadhan. Bulan ini banyak diabaikan oleh umat manusia, padahal dalam bulan ini (Sya'ban) amal-amal hamba itu diangkat (diterima oleh Allah). Aku ingin amalku diterima oleh Allah di bulan Sya'ban dalam keadaan aku berpuasa." (HR Baihaqi). 

Dalam sebuah hadist Aisyah RA menuturkan: "Aku tidak pernah melihat Rasulullah menyempurnakan puasa selama sebulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan. Dan aku tidak pernah melihat beliau banyak melakukan puasa di luar Ramadhan kecuali pada bulan Sya'ban." (HR Muttafaq 'alaih). 

Bulan Sya`ban juga dianggap sebagai bulan “pemanasan” untuk menyambut puasa bulan Ramadhan. Umat Islam dihimbau melakukan amalan-amalan ibadah seperti puasa sunnah, sholat sunnah, dzikir dan berdoa. 

Berpuasa sunnah di bulan ini juga dapat dianggap sebagai penyemangat untuk menghadapi datangnya bulan suci Ramadhan sehingga awal bulan Ramadhan tidak lagi terasa berat untuk kita jalani. Karena sudah terbiasa berpuasa sunnah, maka saat berpuasa di bulan Ramadhan pada awal puasa tidak lagi terasa berat dan tubuh tidak mudah lemas.

Rasulullah menganjurkan kita untuk berpuasa di bulan Sya’ban sebab pada bulan ini manusia kebanyakan lalai karena terhanyut dengan bulan-bulan sesudah Ramadhan hingga tibanya bulan puasa ini. Karena itu Rasulullah SAW mengingatkan kita agar melaksanakan puasa sunnah. Khusus di pertengahan bulan, berikan jeda antara bulan Sya’ban dan Ramadhan sehingga tidak bersambung, karena dikhawatirkan akan menjadi penambah hitungan puasa bulan Ramadhan. 

Hal ini sesuai dengan pendapat beberapa ulama, diantaranya adalah ’Abdurrahman bin Mahdiy, Imam Ahmad, Abu Zur’ah Ar Rozi, dan Al Atsrom. لاَ تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلاَ يَوْمَيْنِ 

“Janganlah mendahulukan Ramadhan dengan sehari atau dua hari berpuasa.” (HR. Muslim no. 1082) 
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 لاَ تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلاَ يَوْمَيْنِ إِلاَّ رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمًا فَلْيَصُمْهُ 
“Janganlah mendahulukan Ramadhan dengan sehari atau dua hari berpuasa kecuali jika seseorang memiliki kebiasaan berpuasa, maka berpuasalah.” (HR. Muslim no. 1082) 

Adapun pada saat datangnya bulan Ramadhan kita dapat membuat checklist atau daftar kegiatan seperti di bawah ini :

1. Sambil menunggu datangnya buka puasa, perbanyak membaca Al Qur’an. Yang berhalangan dapat membantu menyiapkan hidangan berbuka puasa. 

2. Sesudah berbuka puasa, ada baiknya kita segera pergi ke masjid untuk mengisi waktu dengan dzikir atau melanjutkan bacaan Al Qur’an. Anda dapat men-set target dapat khatam Al Qur’an minimal sekali. 

3. Melaksanakan sholat tarawih dengan khusyuk. 

4. Sesudah sholat tarawih dapat melanjutkan bacaan Al Qur’an atau beri’tikaf baik di masjid maupun di rumah bagi wanita. 

5. Bangun sahur , sebelumnya dapat melaksanakan ibadah qiyamul lail atau sholat tahajud lalu makan sahur. 

6. Subuh dapat berjamaah di masjid dan mengisi sisa waktu sebelum beraktifitas di pagi hari dengan istirahat sejenak atau membaca Al Qur’an. Demikian beberapa kegiatan yang dapat Anda jalankan sejak awal bulan Ramadhan hingga berakhir. 

Jangan lupa, bahwa bulan ini juga terdapat Malam Lailatul Qadr sehingga manfaatkan waktu sebaik-sebaiknya untuk menjalankan ibadah. 

Selamat menyambut datangnya bulan Ramadhan


#Day23, Salah persepsi tentang hijab

Cita-cita tertinggi manusia seharusnya bukan hanya sukses di dunia, namun yang lebih penting adalah sukses di akhirat. Salah satu indikasinya adalah mati khusnul khotimah atau mati dalam kondisi beriman.

Mati dalam khusnul khotimah merupakan sebuah kondisi dimana seorang mukmin diberi taufiq oleh Allah sebelum datangnya kematian agar meninggalkan segala perbuatan yang dapat mendatangkan murka Allah Azza wa Jalla, serta bersemangat melakukan ketaatan dan mengerjakan berbagai kebaikan yang pada akhirnya kemudian dia menutup usianya dengan kebaikan.

Kita tidak pernah tahu kapan ajal akan menjemput, karena itu berlomba-lomba lah melakukan kebaikan dan mentaati perintahNya serta meninggalkan laranganNya.

Sebuah hadits Anas bin Malik yang diriwayatkan Imam Ahmad yang menunjukkan tentang khusnul khotimah pada seorang hamba, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

ذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ قَالُوا وَكَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ قَالَ يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ قَبْلَ مَوْتِهِ

“Apabila Allah menghendaki kebaikan kepada seseorang, maka Allah akan membuatnya beramal.” Para sahabat bertanya; “Bagaimana membuatnya beramal?” beliau menjawab: “Allah akan memberikan taufiq padanya untuk melaksanakan amal shalih sebelum dia meninggal.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Mungkin di masa kita masih muda masih suka mengumbar aurat, memakai pakaian minim dan dandanan yang menarik agar dapat memikat lawan jenis lalu bergaul dengan bebas, maka di saat kita diberikan kesempatan untuk bertaubat dan panjang umur sebaiknya kita manfaatkan untuk memperbaiki diri.

Mengapa kita masih menunda memakai hijab secara permanen, diantaranya adalah karena kesalahan persepsi untuk hijab dan jilbab itu sendiri.

Beberapa diantara kesalahan persepsi tersebut antara lain :

1. Hijab dan jilbab hanya digunakan untuk kegiatan keagamaan saja.
Lihatlah pada bulan Ramadhan, berbondong – bondong orang memborong dan memakai hijab. Niatnya karena ini adalah bulan Ramadhan dimana ibadah ke masjid atau acara berbuka bersama sering dilakukan. Ceramah agama dan pengajian pun relatif lebih sering di adakan sehingga pesertanya dihimbau memakai pakaian yang menutup aurat dari kepala hingga kaki. Anak sekolah pun pada hari tertentu diwajibkan memakai busana muslim padahal dibulan lain tidak. Inilah yang menyebabkan orang berpikiran bahwa hijab dan jilbab hanya dikenakan pada perayaan keagamaan saja.
Padahal dalam surat berikut ini disebutkan :
Wahai Nabi,! katakanlah kepada istri-istrimu , anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka .” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun Maha Penyayang”. (QS Al Ahzab ayat 59)
Jadi hijab harus dikenakan setiap saat selama kita berada diantara orang-orang yang bukan mahram.

2. Hijab itu kuno dan tidak modis.
Persepsi berikutnya adalah pakaian hijab itu kuno dan tidak modis. Padahal seiring dengan perkembangan zaman, hijab dapat dimodifikasi model dan kelengkapannya asal tidak menyalahi aturan syar’I seperti tidak tipis menerawang, ketat membentuk tubuh dan lain-lain. Bahkan busana muslimah hasil desain muslimah Indonesia mulai terkenal ke luar negeri hingga diadakannya acara Fashion Muslimah di London sekitar tanggal 18 hingga 19 February 2017. Di sana diperlihatkan busana muslimah dengan warna lembut dan model sesuai syar’i. Jadi siapa bilang pakai hijab terlihat kuno ?
Untuk itu Anda harus pandai memadupadankan warna dan model pakaian, serta menyesuaikan dengan warna kulit dan postur tubuh apakah tinggi langsing, kurus, gemuk, pendek dan lain-lain.

3. Ekstrim dan identik dengan terorisme
Apa yang terlintas di benak Anda saat melihat wanita berhijab lebar, bercadar dan berwarna hitam ? Apakah Anda berpikir dia termasuk aliran Islam Radikal ? Kesalahan persepsi ini sering di blow up oleh media sehingga oknum yang melakukan terorisme memakai hijab seperti yang diceritakan di atas. Atau tak jarang pemakai hijab meski tidak selebar mereka namun berbeda dari kebanyakan seringkali dicap radikal.

4. Takut tidak istiqomah
Banyak yang berpendapat, nanti saja pakai jilbab kalau hati sudah mantap, sementara ini masih suka ragu untuk menutup aurat dengan lebih baik. Padahal dengan bersegera menutup aurat akan membuat hati makin mantap dan menghindarkan kita dari melakukan perbuatan yang tidak baik.

5. Jilbab adalah tradisi Arab
Banyak pula yang berargumen bahwa jilbab adalah tradisi Arab yang tidak wajib kita ikuti, padahal jelas-jelas sudah disebutkan dalam kitab suci Al Qur’an bahwa memakai jilbab dan hijab wajib hukumnya bagi wanita yang sudah akil baligh. Al Qur’an juga tidak menyebutkan model yang harus digunakan, dapat disesuaikan dengan mode pakaian daerah setempat asal sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Bahkan hijab sebenarnya telah dikenakan jauh sebelum ada agama Islam. Hijab telah dikenakan oleh bangsa Yunani, Romawi maupun Arab yang tujuannya untuk memuliakan dan menghormati para wanita dan untuk menjaga runtuhnya norma agama, sosial dan peradaban. 

6. Topeng kecacatan dan kekurangan
Bahkan ada yang mengasumsikan bahwa mereka yang memakai pakaian tertutup sebenarnya sedang menutupi kekurangan fisiknya, seperti kulit belang, rambut yang tipis dan rontok dan lain-lain. Padahal hal tersebut tidak sepenuhnya benar meski ada beberapa mereka yang mengenakan hijab karena alasan di atas. 

7. Perintah berhijab hanya untuk para istri nabi.
Dalam surat Al Ahzab memang disebutkan diawal bahwa perintah berhijab diutamakan untuk para istri nabi karena mereka adalah panutan bagi wanita lain, jadi berhijab bukan hanya untuk istri nabi. Pada kalimat selanjutnya kemudian diikuti dengan istri-istri orang mukmin yang maksudnya adalah seluruh muslimah baik yang telah menikah maupun belum.

Wahai Nabi,! katakanlah kepada istri-isttrimu , anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka .” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun Maha Penyayang”. (QS Al Ahzab ayat 59)

Jadi jangan tunda lagi berhijabmu , semoga Allah SWT memampukan dan menyegerakanmu berhijab sesuai syariat.


#Day22, Hijabmu identitasmu

“Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka dan janganlah menampakkan perhiasan mereka kecuali yang biasa nampak.”

Aku membuka album foto lama, sedang ingin bernostalgia sebelum menghadiri acara reuni kelas besok di sebuah rumah makan lesehan di kotaku.

Terpampang di sana foto-foto masa SMA yang ceria. Ada beberapa foto dengan masih berseragam SMA, sedang berkumpul di sebuah kedai kopi sambil ber foto ramai-ramai. Ada tawa ceria, seragam abu-abu dan rambut yang berkibar-kibar di tiup angin.

Aku belum berhijab saat itu, masih tomboy dengan jeans dan kaos press body. Memperlihatkan tubuh ramping dan warna kulit kecoklatan. Di sampingku, salah seorang sahabatku yang cantik, berkulit putih bahkan memakai pakaian yang lebih minim daripadaku. Kami tertawa ceria.

Seperti apakah penampilan teman-temanku nanti? Kini usia kami mulai menginjak 40 tahun. Sudah memiliki keluarga dan pekerjaan. Beberapa teman wanita yang dulunya berambisi menjadi ibu pekerja justru memilih untuk resign dari pekerjaan dan menjadi ibu rumah tangga. Aku, masih berkutat dengan jadwal penuh ibu pekerja dengan satu anak.

Satu pesan whatssapp masuk,

“Runa, ntar mau pakai baju apa nih ?”

Aku membalas,

“Dress code warna biru kan ? Karena aku berhijab ya gampang aja, tinggal pakai gamis dan jilbab warna senada”.

“Enak ya kamu, pakai hijab, kalau mau pakai baju gampang. Enggak usah ke salon menata rambut.”.

Aku tersenyum. Alhamdulillah Allah telah memberikan kemudahan dengan aku menggunakan jilbab. Tak perlu pusing dengan mode pakaian terbaru atau gaya dandanan rambut serta make up. Aku bisa tampil menjadi diri sendiri, sederhana apa adanya seperti masa SMA dulu. Berhijab sudah kulakoni sejak kelas 2 SMA.

“Aku sebenarnya ingin berhijab, Runa, tapi gimana ya?”

“Gimana apanya, Fe? Ya udah tinggal pakai baju gamis dan jilbab aja, beres kan ?”

“Tapi ntar teman-teman komentar, sok alim lah, mentang-mentang udah gak seksi jadi serba tertutuplah..bla..bla..bla”.

“Nggak udah didengarkan apa kata teman, kalau nggak sekarang trus kapan lagi kamu mau berhijab?”.

Fe tak menghubungiku lagi, sampai akhirnya kita bertemu di tempat reuni, sebuah rumah makan lesehan dengan taman luas yang asri. Aku membawa serta suami dan anak. Dan segera mereka pun akrab dengan sesama suami dan anak-anak.

Aku belum juga melihat Fe hadir, namun kehebohan tiba-tiba menarik perhatianku, seorang wanita berhijab dikerubungi teman-teman.

“Aih, aih si seksi sekarang udah pakai hijab, tobat nih yee..”

Fe, ternyata datang berhijab. Dan teman-teman riuh menggodanya dengan celetukan-celetukan usil. Awalnya Fe bisa menjawab candaan teman-teman tentang hijabnya, namun lama-lama ia capek juga. Ada beberapa teman wanita yang memeluk dan mengucapkan selamat karena akhirnya Fe, yang semasa SMA sangat bandel, suka berpakaian minim, sekarang berubah total dengan mengenakan hijab.
Namun ternyata ada juga yang mencibirnya, mengoloknya karena badannya sekarang melebar jadi perlu ditutupi dengan pakaian longgar.

Aku memandangnya dari kejauhan hingga akhirnya Fe melihatku dan berjalan ke arahku.

“Runa..”.

“Alhamdulillah Fe, sampai pangling aku, kamu cantik banget pakai hijab dan gamis warna biru ini”.

“Aku sebenarnya sudah ingin berhijab sejak menikah bahkan suamiku mengijinkan, tapi kok ya…berat ya”.

“Insya Allah kalau nanti sudah terbiasa nggak akan berat, awalnya saja berat namun lama-lama enggak, kok”.

“Tapi mereka…”.

“Fe, akan selalu ada konsekuensi dari perubahan yang sedang kamu lakukan, namun jangan pernah takut. Kamu berubah baik atau buruk tetap akan menanggung konsekuensi, jadi mengapa tidak berubah menjadi lebih baik saja?”

“Yuk kita gabung bersama teman-teman lainnya, mumpung lama nggak ketemu, kita bisa mengobrol seru nih,”. Aku menggandeng tangannya.

Selamat datang sahabatku, selamat berhijrah menuju ridho Illahi. Semoga Allah SWT senantiasa melindungimu sebagaimana kamu menutup auratmu sesuai syar’i.

Jilbab yang kamu kenakan adalah lambang kebebasanmu yang dapat melindungi auratmu dari pandangan mata jahat. Jilbabmu adalah identitasmu sebagai muslimah