Monday, July 20, 2015

Review Buku Pintar Facebook dan Twitter Marketing

Nama penulis : Jefferly Helianthusonfri
Tebal Buku : 264 halaman + bonus CD


Jaman sekarang hampir semua orang memiliki akun Facebook dan Twitter. Berbagai alasan mereka kemukakan mengapa memiliki akun tersebut. Kebanyakan karena ingin menjalin kembali silaturahmi dengan teman-teman yang sudah lama tak bertemu, adapula yang ingin mencari teman-teman baru, tidak hanya di dalam negeri namun juga di luar negeri terutama bagi mereka yang memiliki kemampuan bahasa asing yang baik.

Adapula yang ingin sekedar share atau berbagi tulisan dan status dengan teman-teman atau saudara, atau berbagi foto yang berisi momen-momen berkesan bersama keluarga dan teman.
Namun tak banyak yang mengetahui bahwa Facebook dan Twitter yang mereka miliki dapat menjadi sarana promosi bisnis yang mereka miliki.

Diantara kelebihan Facebook dan Twitter adalah kedua akun tersebut dapat menjaring pangsa pasar yang lebih luas dengan biaya promosi yang relative murah bahkan gratis.

Buku Pintar Facebook dan Twitter Marketing yang ditulis oleh penulis muda Jeferly Helianthusonfri ini memberikan kita informasi seputar bagaimana memanfaatkan Facebook dan Twitter untuk meningkatkan penjualan produk yang kita miliki, tidak hanya produk fisik berupa barang namun juga jasa. Bagi para penulis muda yang masih kesulitan menembus penerbit ada solusi untuk memasarkan produknya melalui e-book yang dapat di upload dan di download di media sosial mereka sebagai sarana promosi.

Kelebihan buku ini adalah adanya tutorial yang tidak hanya berupa penjelasan detail di halaman bukunya, namun juga dilengkapi CD bonus berbagai aplikasi yang dibutuhkan sebagai tools atau alat penjualan produk. Pendek kata, bagi orang yang awam teknologi atau marketing bisa dapat sangat mudah mempelajari buku ini lalu segera mempraktekkan apa yang telah dipelajari.

Buku setebal 264 halaman ini berisi tentang teknik-teknik mulai bagaimana membuat fanpage Facebook, mempercantik laman Facebook anda sekaligus tips melipatgandakan jumlah fans baik secara organic ( natural ) maupun berbayar. Demikian pula dengan akun Twitter yang meskipun tidak sepopuler Facebook namun lambat laun Twitter juga mulai digunakan sebagai sarana untuk membangun image produk yang anda tawarkan. Apa saja yang tidak dan harus dilakukan di akun Facebook dan Twitter yang anda gunakan sebagai media bisnis anda juga dijelaskan dengan bahasa yang sederhana, sedikit humoris namun mudah dipahami.

Kekurangannya barangkali, akan lebih menarik bila CD buku ini disertai dengan video tutorial bagaimana membuat fanpage, mempercantik laman dan sebagainya sehingga dapat memberikan penjelasan yang lebih menarik daripada hanya mengikuti step-step di bukunya. Hal ini tentu akan sangat membantu mereka yang benar-benar nol memulai belajar Facebook dan Twitter Marketing.

Paling tidak, kehadiran buku ini mampu menjawab kebutuhan masyarakat khususnya pembaca yang tertarik mempelajari marketing online di era digital marketing seperti sekarang ini.
 
Semoga nantinya penulis dapat membuat buku yang lebih menarik tentang digital marketing dan pernak-perniknya.
 
Review buku diatas telah memenangkan hadiah buku di bawah ini :-)
 
 

Saturday, February 28, 2015

Tips menggunakan Facebook sebagai sarana penjualan

Pada masa sekarang, Facebook tidak lagi digunakan hanya sebagai sarana pertemanan namun juga mulai digunakan untuk berbisnis.

Hal ini cukup membantu banyak bisnis rumahan dan usaha kecil karena mereka dapat menekan biaya sewa tempat atau lapak yang dapat mendisplay produk mereka.

Tak pelak lagi, bisnis di Facebook banyak menciptakan para writerpreneur yang kerap disewa jasanya untuk membantu para pengusaha ini menciptakan image dan branding produk andalan mereka.

Facebook juga menyediakan banyak fitur yang bisa digunakan untuk meningkatkan penjualan produk penggunanya. 
Diantaranya dengan aplikasi membuat fanpage, sehingga postingan anda untuk bisnis dapat terpisah dari posting pribadi.

Ada beberapa tips yang harus diperhatikan manakala anda bermaksud menggunakan Facebook sebagai sarana penjualan.

Beberapa tips yang harus anda perhatikan adalah :

1. Fokus pada kebutuhan klien
Libatkan diri dalam percakapan dengan klien melalui kolom komentar, tidak hanya sekedar like. Bila ada orang yang me-like fanpage atau gambar produk , cobalah memberikan apresiasi dengan mengucapkan terima kasih lalu tanyakan  apa yang mereka sukai dari produk yang anda pajang. Dengan membangun komunikasi dengan klien, mereka akan menyadari kehadiran anda sebagai pemilik Facebook dan mereka tidak sedang berhubungan dengan mesin penjawab otomatis.

2. Postinglah yang terbaik. Buatlah lagi daftar barang atau produk terbaik yang anda miliki, buatlah foto yang bagus dan nampak real, setelah itu tulislah kalimat yang efektif untuk mendeskripsikannya.

3.Be passionate. Anda harus terlihat sangat bersemangat dan meyakinkan ketika mempromosikan produk namun jangan memaksa klien untuk membeli. Biarkan mereka yang memutuskan apakah akan membelinya atau tidak. Walau mereka tidak membeli, tetaplah bersemangat membangun komunikasi dengan mereka karena kita tidak akan pernah tahu kapan mereka membutuhkan produk anda. Bila merasa diperlakukan dengan baik walau tidak membeli, bisa jadi di lain waktu mereka akan tertarik menghubungi anda dan membelinya atau merekomendasikan produk anda kepada orang-orang di sekitar mereka.

5. Jangan membeli atau membuat akun palsu agar seolah-seolah fanpage anda populer ( punya banyak likers ) atau banyak orang yang memuji produk anda padahal mereka adalah akun yang anda buat sendiri. 

6. Jadilah moderator yang baik bagi setiap komentar yang mengalir di fanpage atau postingan anda. Berikan feedback yang baik dan santun bahkan bila mereka berkomentar negatif sekalipun.

7.Jangan posting terlalu banyak produk dalam satu waktu sehingga membuat calon klien di fanpage merasa di bombardir. Buat jadwal kapan waktunya kamu posting foto produk, kapan posting tips yang berguna bagi klien dan sebagainya.

8. Buat profile anda dengan serius. Bisa berupa foto diri, logo perusahaan, atau foto produk yang terbaik. Isi timeline dengan tulisan yang bermanfaat, dan tidak menghujat orang lain. Postingan pribadi seharusnya hanya ditulis di akun pribadi. Namun bila anda memutuskan untuk berbisnis, jangan menulis hal-hal yang akan membuat follower tidak bersimpati pada anda.

9. Buat cover Facebook anda semenarik mungkin.

Cover Fanpage Penerbit Indie Pena Nusantara

Bila foto produk tidak ingin anda jadikan sebagai foto profile, atur semua produk, foto dengan angle terbaik lalu jadikan cover facebook. Ketika profile anda muncul di `people you may know` sebelum orang memutuskan meng-add anda atau me-like fanpage yang anda miliki, mereka akan melihat foto profile dan cover facebook. Karena itu penting membuat cover sangat menarik yang merupakan perwakilan dari anda dan produk yang akan anda tawarkan.

10. Be visual, Facebook anda harus senantiasa terlihat aktif, karena itu buatlah postingan menarik yang dapat memancing para likers dan follower tergelitik berkomentar di wall facebook anda. Postingan tersebut dapat berhubungan dengan produk yang anda jual atau tips-tips yang menurut anda penting klien anda ketahui. Bila anda menjual sepatu kulit, lengkapi pula dengan postingan tips merawat sepatu kulit dan lain-lain.

Selamat berbisnis di Facebook anda..semoga postingan ini bermanfaat. 

Sunday, February 22, 2015

Facebook sebagai Sarana Marketing Produk

Facebook Marketing, Google.com
Punya bisnis ? atau produk yang ingin ditawarkan via sosial media salah satunya Facebook ?Menggunakan Facebook sebagai sarana promosi  tetap harus gunakan aturan supaya efektif dan tidak bikin audience kamu bosen serta merasa di bombardir. 


1. Tetapkan jadwal posting produk kamu, sedikitnya 5 kali dalam seminggu ( buatlah rencana produk yang akan kamu tawarkan dalam minggu itu). Tentukan minimal satu hari khusus dalam satu minggu untuk memposting produk kamu. Setelah itu perhatikan komentar yang masuk. Dengan menetapkan hari tertentu, kamu terfokus untuk membuat kalimat yang efektif, menganalisa keinginan dan trend pasar serta menghindari `larinya` teman di sosial media kamu karena bosan melihat posting barang yang itu-itu saja atau merasa `dipaksa` untuk membeli.


2. Gunakan jam optimal dimana para facebookers online, menurut survei, traffic tertinggi orang sempat online antara jam 9-10 malam.


3. Jangan gunakan kalimat yang terlalu panjang untuk mendeksripsikan produk kamu, maksimal 3 baris dalam satu teks. ( biasanya males tuh kalau ada acara continue reading..hehehe


Semoga bermanfaat buat yang ngisi liburan sambil berbisnis...

Sunday, February 8, 2015

Manfaat susu dan madu bagi kulit

Madu kaya akan kandungan zat antioksidan. Antioksidan fenolat yang terkandung dalam madu memiliki daya aktif tinggi serta dapat meningkatkan perlawanan tubuh terhadap tekanan oksidasi (oxidative stress). 

Madu memiliki kandungan gula yang cukup tinggi dengan kadar fruktosa 41,0 %; glukosa 35 %; sukrosa 1,9 %. madu juga mengandung komponen lain seperti tepung sari dan berbagai enzim pencernaan.

Madu juga mengandung banyak vitamin seperti vitamin A, B1, B2, mineral seperti kalsium, natrium, kalium, magnesium, besi, juga garam iodine bahkan radium. 

Selain itu madu mengandung antibiotik dan berbagai asam organic seperti asam malat, tartarat, sitrat, laklat, dan oksalat. Karena memiliki kandungan gizi dan zat yang bermanfaat bagi kesehatan yang sangat tinggi, maka madu sangat berguna dalam pengobatan dan perawatan.

Demikian juga susu, yang banyak mengandung vitamin dan mineral yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Biotin dan vitamin yang terkandung di dalamnya banyak mengandung kolagen yang terutama bermanfaat bagi kesehatan dan kecantikan kulit.

Karena berbagai manfaat dalam madu dan susu, banyak kosmetik yang kemudian mencampurkan dua bahan alami tersebut untuk merawat kulit.

Beberapa kosmetik yang memiliki bahan kandungan madu dan susu adalah Milk and Honey Body Cream by Oriflame.
Katalog by Oriflame, harga katalog bulan January 2015, harga dapat berubah
Kandungan madu dan susunya membantu melembabkan kulit yang kering dan menghaluskan kulit yang kasar serta mencerahkan kulit yang kusam. Gunakan sehabis mandi atau setiap saat anda membutuhkannya.

Oriflame juga memiliki satu set perawatan badan dengan bahan yang mengandung susu dan madu. Selain body cream, terdapat juga body scrub yang dapat membantu mengangkat sel kulit mati dan menghaluskan kulit. Sabun badan berbentuk cream dan perawatan khusus untuk tangan ( handcream )
Katalog by Oriflame, harga dapat berubah sewaktu-waktu
Untuk wajah juga lengkap terdiri dari daycream, night cream dan eye cream
Katalog by Oriflame, harga dapat berubah sewaktu-waktu
Selain produk diatas, juga terdapat sabun Yuka herbal, yang mengandung ekstrak madu dan susu dengan harga terjangkau, hanya Rp 18.000,- per batang. Sabun ini dapat digunakan untuk badan dan wajah serta relatif cukup aman karena dibuat dari bahan herbal yang benar-benar alami.

sabun herbal Yuka
Untuk pemesanan produk diatas, anda dapat menghubungi melalu whatsapp atau sms/telpon ke 088805311240 atau invite pin BBM 52564370.

Saturday, February 7, 2015

Serius menjadi penulis serius # Jadwal Menulis

Untuk dapat membuat naskah yang baik, seorang penulis membutuhkan persiapan. Meskipun ada banyak orang yang dapat menulis tanpa melakukan persiapan apapun, semuanya mengalir apa adanya, misalnya ketika anda menulis cerita atau novel. Yang anda butuhkan hanya imajinasi dan beberapa informasi tentang lokasi yang akan anda gunakan sebagai setting tempat terjadinya cerita yang anda tulis.

Namun bila anda ingin mendapatkan hasil yang lebih baik anda harus menentukan kapan anda menulis. Anda mungkin seorang mahasiswa, ibu rumah tangga, pekerja kantoran atau bahkan pengangguran sekalipun yang dalam segi waktu lebih bebas. Siapapun dapat menjadi penulis, namun hanya sedikit yang serius dan berhasil. 
Bila anda serius ingin menjadi penulis yang serius, anda perlu memiliki jadwal menulis tetap. Bisa saja anda tetapkan setiap hari menulis selama satu hingga dua jam banyak 500 kata atau semampu anda, apapun genre tulisan yang anda kehendaki.
Alice Munro, seorang perempuan penerima hadiah nobel sastra, pernah mengatakan bahwa ia memiliki jadwal menulis tiap pagi hingga pukul 11 siang. Meski tulisannya hanya satu atau dua paragraf, namun ia sangat fokus. Jika anda benar-benar ingin menjadi penulis hilangkan kata-kata  `terlalu sibuk` untuk menulis ( padahal masih sempat nyetatus di facebook, eksis di twitter dan balesin whatsapp dan pesan BBM ). Pandai-pandailah mengatur waktu dan fokus dengan tujuan anda menjadi penulis. Kalau anda benar-benar menyukai menulis maka sesibuk apapun anda pasti akan menyempatkan diri menulis. 
Divapress pernah memberikan tips agar fokus menulis dengan membantu menetapkan jadwal dan target menulis bagi para peserta kampus fiksinya. Setiap hari Jum`at malam antara pukul 19.00 hingga 22.00, admin divapress meminta pesertanya untuk submit target menulis dan menyetorkan hasil tulisannya. Penetapan jadwal dan target tersebut cukup membantu para penulis muda yang menjadi bimbingannya untuk bersungguh-sungguh dengan janji menulisnya.
Seorang bijak pernah berkata "Orang sukses bukanlah orang yang punya waktu luang untuk meraih impiannya. Orang sukses adalah orang yang tahu bagaimana cara mengelola waktu sehingga setiap detik yang ia miliki dapat dimanfaatkan secara maksimal".
Saya sendiri sebagai karyawan di perusahaan swasta dan sebagai ibu rumah tangga sempat pontang-panting mengatur jadwal menulis. Namun karena bagi saya menulis sudah menjadi semacam terapi jiwa, maka mau tidak mau harus membuat jadwal, apalagi beberapa waktu yang lalu saya harus kejar tayang karena jasa penulisan saya disewa oleh sebuah website dan saya sendiri punya project membuat e-book.
Untuk menyiasatinya, selain jadwal menulis tetap setiap hari setidaknya satu hingga dua jam, kadang-kadang saya kerjakan saat jam makan siang di kantor atau usai sholat subuh bila tulisan saya dibutuhkan harus selesai hari itu juga. 
Apabila di tengah waktu saya bekerja sedang ada ide menulis, maka saya akan menuliskannya di buku jurnal atau notes yang selalu saya bawa. Kadang-kadang, saya tulis juga di notes smartphone jadi saya tidak akan kehilangan ide-ide tersebut.
Khusus untuk menulis di blog, saya jadwalkan setiap week end harus ada postingan baru. Pada hari-hari biasa, saya googling dan tetap menulis di ms word saja. Sehingga bila tiba saat week end, saya tinggal editing dan melengkapinya dengan gambar yang saya inginkan.
Buat saya, tidak ada alasan untuk berhenti menulis bahkan ketika tidak ada yang membayar saya sekalipun.
Naskah yang pernah saya kirim baik ke penerbit dan ditolak atau saat mengikuti kompetisi dan tidak menang atau tidak sesuai dengan keinginan penyelenggara lomba, tetap saya upload di blog. Karena suatu saat nanti saya yakin akan menerbitkannya menjadi buku saya sendiri.

Keep focus on writing....

Saturday, January 31, 2015

Writerpreneur ; Berawal dari menulis di media sosial

         Banyak penulis pemula yang mengawali karir menulisnya dengan menulis di berbagai media sosial, apalagi saat ini jumlah dan jenisnya sangat beragam. Mulai dari Facebook, Twitter, Instagram, Blog dan lain sebagainya. Semuanya hanya berawal dari sekedar posting status atau tweet lalu mendapat banyak “LIKE”. 

Sebut saja nama Raditya Dika yang terkenal dengan bukunya Kambing Jantan yang diterbitkan oleh GagasMedia, dia mengawalinya dari tulisan di Twitter dan Blog pribadinya. Lalu sebuah penerbit tertarik untuk menerbitkannya menjadi sebuah buku. Bahkan baru saja ia menerbitkan buku baru Koala Kumal.
              Selain menulis atau posting di blog sendiri, sebenarnya calon penulis dapat bergabung di berbagai forum menulis, mailinglist atau grup kepenulisan yang kini semakin menjamur. Hadirnya forum-forum kepenulisan seperti Forum Lingkar Pena, Komunitas Menulis Bersama Asma Nadia, Pena Nusantara dan lain sebagainya juga membidani lahirnya banyak penulis-penulis baru. Forum tersebut selain mengadakan acara diskusi, bedah buku dan kelas-kelas kepenulisan juga turut membantu para penulis pemula yang berbakat untuk menerbitkan buku sehingga dapat terjadi proses regenarasi dalam dunia kepenulisan.
Penulis-penulis pemula tersebut pada awalnya akan meniru penulis senior dalam komunitas tersebut. Namun sering dengan berjalannya waktu dan latihan menulis secara teratur, penulis pemula itu akan menemukan gayanya sendiri.
              Beberapa situs atau website juga memberikan ruang kepada penulis pemula untuk menulis di media yang dia sediakan sekaligus berinteraksi dengan penulis lainnya. Contohnya seperti Kompasiana, BlogDetik, Yahoo!, Gramedia Writing Project dan sebagainya. Banyak penerbit buku yang kemudian juga membuat fanpage sehingga para penulis bisa berkumpul dan berinteraksi.
              Manfaat dari bergabung dengan berbagai situs diatas adalah, selain kita menambah wawasan, dan pertemanan karena biasanya ada acara kopdar, diskusi dan bedah buku, bila naskah kita memenuhi syarat, dapat dibukukan dan diterbitkan bersama penulis-penulis lain. Selain diikutkan proyek menulis keroyokan, berbagai situs tersebut juga kerap mengadakan banyak komba dengan hadiah yang menarik, bisa berupa hadiah uang, gadget, atau voucher pembelian buku bahkan paket buku tertentu.
Ada beberapa motivasi yang mendorong seseorang untuk menjadi penulis, diantaranya adalah penghasilan dari menulis, baik berupa royalty penjualan buku maupun dari kegiatan sampingan yang masih berkaitan dengan buku yang ia tulis. Salah satu kegiatan sampingan dari menulis buku adalah menjadi pembicara dalam seminar yang berkaitan dengan buku yang ia tulis. Seperti Raditya, selain menulis buku, dia kerap muncul dalam acara Stand up comedy dan film.
Jadi mulai sekarang, jangan hanya sekedar `nyetatus` tapi serius menulis yang dapat menghasilkan income dan bermanfaat bagi yang membacanya.

Friday, January 30, 2015

Review Buku Pendidikan Anak ala Jepang - Tradisi membaca buku di Jepang sejak dini

Buku terbitan Pena Nusantara
Sebagai muslim, tentu kita tak asing dengan kata IQRA`, yang artinya BACALAH. Namun sayangnya, tak banyak orang yang melakukannya, bahkan menganggap membaca buku adalah kegiatan yang membosankan, kalaupun ada pasti melakukannya karena terpaksa.

Dalam sebuah paragraf dalam buku ini yang saya baca, seorang pendatang dari Indonesia yang tinggal di Jepang berkata "Kita masyarakat beragama. Kita memiliki ayat dalam kitab suci yang memerintahkan kita untuk membaca. Lalu kenapa malah mereka masyarakat Jepang yang notabene tidak beragama, justru sangat gemar membaca? Seharusnya kita bisa lebih baik dari mereka.

Setelah membaca buku `Pendidikan Anak Ala Jepang` ini akhirnya membuat saya tahu, bahwa ketidaksukaan anak atau bahkan orang dewasa membaca buku salah satunya disebabkan oleh cara pengajaran yang salah sejak anak-anak. Dan mencari tahu bagaimana kegiatan membaca buku di Jepang dapat menjadi budaya yang telah dikenal sangat melegenda di seluruh dunia. Siapapun pasti tahu, orang Jepang sangat "gila" membaca. Pengalaman saya sendiri sewaktu tinggal di Jepang, saat di kereta api atau mengantri, tidak ada orang Jepang yang terlihat menganggur, kalau tidak sibuk dengan ponsel ( membalas sms, main game atau twitteran ), pasti sedang membaca buku.

Buku "Pendidikan Anak ala Jepang ditulis duet oleh Saleha Juliandi M.Si, seorang ibu empat anak dan beliau adalah mantan dosen di salah satu universitas negeri di Jakarta. Mengikuti suaminya seorang dosen di IPB yang melanjutkan belajar di Jepang membuat Saleha Juliandi bersentuhan langsung dengan budaya Jepang dalam mengasuh ke empat putra- putrinya. Penulis berikutnya adalah Juniar Putri S.Si seorang wanita lulusan Universitas Indonesia jurusan FMIPA. Sejalan dengan Saleha yang juga membawa keluarga untuk tinggal di Jepang, baik Saleha dan Juniar merasakan langsung bagaimana pola pendidikan ala Jepang diajarkan kepada putra-putri mereka selama di Jepang. Begitu banyak hal yang menarik yang membentuk karakter orang Jepang pada umumnya dan melihat banyak hal positif dalam pendidikan anak yang akan bermanfaat saat anak dewasa nanti, keduanya akhirnya memutuskan untuk menulis buku ini. Berbagi dengan ibu-ibu di Indonesia dalam mendidik putra-putrinya.

Menurut buku ini, di TK dan Tempat Penitipan Anak, ada kegiatan membacakan buku cerita kepada murid-muridnya setiap hari oleh gurunya. Dalam sehari sesuai jadwal, umumnya dilakukan 1 hingga 3 kali sehari, yakni pagi hari setelah anak-anak bermain bebas dan senam dan siang hari sesudah makan siang.. Khusus untuk anak-anak di tempat penitipan, cerita dibacakan hingga 3 kali, yang terakhir dibacakan sebelum orang tua datang menjemput mereka.

Buku Cara menggosok gigi, Koleksi pribadi


Anak-anak di TK dan Tempat Penitipan Anak memang belum dikenalkan dengan belajar membaca ( beda dengan TK di,negara kita ya? anak-anak justru diajarkan membaca dan terlihat hebat kalau sudah bisa membaca, meski dengan paksaan orang tua ). Di Jepang, untuk meningkatkan kecintaan anak terhadap buku, para guru membacakan buku cerita, bukan menyuruh mereka belajar membaca lalu membaca bukunya sendiri. Akibat salah kaprah membaca buku padahal anak belum saatnya diajari membaca, hal ini akan menyebabkan anak menilai buku sebagai obyek yang menyusahkan, tidak menarik serta membosankan. Sehingga ketika dewasa mereka akan menjadikan buku sebagai musuhnya. Pantas saja ya..bila anak-anak di Indonesia jarang ada yang suka membaca, hingga dewasa.

Buku tentang macam-macam kereta api di Jepang, Koleksi Pribadi

Dua buku di atas adalah milik anak saya, buku tentang menggosok gigi dengan ilustrasi kucing adalah pemberian oyaa-san, pemilik apartemen di Hagiyama tempat kami tinggal. Dengan cara yang menarik, buku ini menerangkan bagaimana menggosok gigi yang benar dan apa akibatnya bila tidak menggosok gigi.

Sedangkan buku tentang macam-macam kereta, khusus saya belikan buat anak saya yang sangat menyukai kereta. Buku ini adalah buku bekas yang saya beli di Book Off, sebuah toko buku bekas di Jepang dengan harga bersahabat hehehe...

Guru-guru TK dan Tempat Penitipan Anak di Jepang, tidak hanya membacakan buku. Untuk membuat ceritanya makin menarik, tak jarang digunakan media boneka sebagai pemeran cerita dalam kisah yang dibacakan. Sebagaimana Indonesia yang memiliki banyak cerita legenda, demikian pula di Jepang. Kisah si Momotaro, Putri Kaguya, Ikkyu-san si pendeta Budha cilik, Anpanman dan sebagainya selalu dibacakan agar dapat mengambil hikmah dan pelajaran yang ada dalam kisah tersebut. Kadang-kadang cerita juga diambil dari dongeng yang berasa dari negara lain seperti Cinderella, Putri Salju dan lain-lain.

Selain membacakan buku, di sekolah TK dan Tempat Penitipan Anak-anak tersebut juga dilengkapi dengan perpustakaan sekolah. Karena anak-anak belum bisa membaca, tentu buku-bukunya kebanyakan memiliki gambar-gambar yang menarik perhatian anak-anak, sedangkan kalimat-kalimat pendek yang ada dalam buku bergambar tersebut akan dibacakan oleh gurunya. Buku-buku tersebut boleh dipinjam dan dibawa pulang agar orang tua dapat membacakan buku cerita kepada anaknya di rumah. Ada reward dan apresiasi yang didapat oleh anak bila semakin banyak buku yang ia pinjam. Hal ini untuk membuat anak-anak makin bersemangat membaca dan meminjam buku.

Hikmah yang didapat dari membacakan buku cerita kepada anak-anak sebagaimana yang dijelaskan dalam buku "Pendidikan Anak Ala Jepang" ini adalah, bahwa selain anak dapat mengambil pelajaran dari isi cerita, melatih konsentrasi kepada anak agar dia mendengarkan cerita hingga selesai serta dapat memberikan motivasi kepada mereka agar mencintai buku. Tidak heran orang Jepang sangat suka membaca mulai anak-anak hingga kakek nenek pun masih ada yang suka membaca buku.

Buku-buku yang disediakan di sekolah pun bermacam-macam, terutama bila sudah di SD dan anak-anak sudah mulai bisa membaca. Mulai dari biografi orang sukses, buku tentang hobi dan kegemaran, buku tentang keunikan negara-negara di dunia ( makanya orang Jepang sangat suka travelling ke luar negeri, bahkan sejak SMA, mereka rajin menabung dan mencari pekerjaan sambilan untuk biaya jalan-jalan ), buku tentang ilmu pengetahuan dan resep masakan.

Jadi, buat para ibu galau yang anaknya masih balita usia TK dan masih belum bisa membaca, jangan terlalu dipaksa ya bundaa...sediakan saja waktu untuk membacakan mereka buku cerita bila di sekolahnya belum memungkinkan untuk menyediakan buku bacaan, perpustakaan dan tidak ada guru yang membacakan buku cerita. Tugas kita sebagai orang tua membetulkan yang salah, bila kurikulum sekolah memang belum memungkinkan seperti yang kita harapkan, setidaknya di rumah, anak-anak mendapatkan suasana yang nyaman dengan buku bacaan yang menarik pula.

Semoga bermanfaat. Untuk mendapatkan isi lengkap tentang pendidikan anak ala jepang, silahkan mendapatkan bukunya di Gramedia terdekat yaaa...( atau boleh pesen ke saya kalau rempong hehehe.. )